Empat tahun lalu, para astronom menyaksikan sebuah peristiwa kosmik ekstrem ketika lubang hitam supermasif melahap sebuah bintang yang terlalu dekat. Peristiwa ini dikenal sebagai tidal disruption event (TDE), di mana gravitasi luar biasa kuat dari lubang hitam merobek bintang hingga hancur. Objek tersebut, yang diberi nama AT2018hyz, pertama kali terdeteksi pada 2018 oleh All Sky Automated Survey for SuperNovae.
Yang membuat ilmuwan terkejut, energi dari peristiwa ini tidak langsung mereda. Justru, empat tahun kemudian, pancaran energinya terus meningkat, dengan emisi radio baru terdeteksi pada 2022. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, dipimpin oleh Yvette Cendes dari University of Oregon, mengungkap bahwa ledakan energi dari TDE ini jauh lebih kuat dari yang diperkirakan. Angka ini bahkan disebut-sebut bisa mencapai kekuatan hingga 100 triliun kali lebih dahsyat dibandingkan senjata fiksi seperti Death Star.
