Selama puluhan tahun, dark matter atau materi gelap menjadi salah satu misteri terbesar dalam kosmologi. Materi tak terlihat ini diyakini menyusun sebagian besar massa alam semesta, tetapi hingga kini belum pernah terdeteksi secara langsung. Kini, para ilmuwan menduga bahwa petunjuk keberadaannya mungkin sebenarnya sudah tertangkap sejak 2019 tanpa sengaja.
Menurut studi terbaru, jejak tersebut kemungkinan tersembunyi di dalam data gelombang gravitasi, yaitu riak pada ruang-waktu yang dihasilkan oleh tabrakan objek ekstrem seperti lubang hitam. Tim fisikawan dari Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa mengusulkan bahwa jika dua Black hole bertabrakan di dalam awan materi gelap, maka gelombang gravitasi yang dihasilkan dapat membawa “sidik jari” lingkungan tersebut.
Saat model ini diterapkan pada puluhan sinyal gelombang gravitasi yang telah terdeteksi, para peneliti menemukan satu peristiwa yang tampaknya cocok dengan prediksi mereka. Meski belum menjadi bukti pasti, temuan ini membuka kemungkinan baru untuk menyelidiki materi gelap melalui pengamatan gelombang gravitasi.
