ilustrasi kucing marah (pixabay.com/Fang_Y_M)
Kucing bisa menjadi agresif jika merasa dirinya terancam atau teritorialnya dimasuki. Misalnya ketika kita membawa kucing baru ke rumah. Situasi seperti itu mungkin membuatnya stres.
Menurut American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), contoh perilaku agresif kucing adalah mengejar, menyergap, menerkam, menyerang, mendesis, mencakar, hingga menggigit. Selain itu, bulu di tengkuk dan punggungnya akan berdiri dengan ekor menghadap ke bawah.
Bagaimana cara menenangkan kucing yang agresif? Dianjurkan untuk tidak berinteraksi dengannya sampai ia tenang. Ketika sudah tenang, kucing akan datang dengan sendirinya untuk meminta makan atau perhatian.
Nah, itulah beberapa tanda kucing sedang stres dan cara mengatasinya. Sebagai pemilik, kita harus bisa mengenali tanda-tandanya!
Apakah kucing stres bisa mengalami kerontokan bulu atau kebotakan? | Ya, stres kronis dapat memicu psychogenic alopecia, yaitu kondisi di mana kucing menjilati tubuhnya secara berlebihan (overgrooming) hingga bulunya rontok dan botak di area tertentu, terutama perut dan paha. |
Apa dampak buruk stres jangka panjang terhadap kesehatan fisik kucing? | Stres berat yang dibiarkan bisa menurunkan sistem imun kucing, memicu masalah pencernaan seperti diare, hingga menyebabkan gangguan kandung kemih yang serius dan menyakitkan seperti Feline Idiopathic Cystitis (FIC). |
Bagaimana tanda stres pada kucing yang bisa dilihat dari gerakan ekor dan telinganya? | Kucing yang stres atau cemas biasanya akan Menurunkan telinganya ke samping (posisi "pesawat"), melebarkan pupil matanya, dan mengibaskan ujung ekornya dengan cepat atau melilitkan ekornya rapat-rapat ke tubuh. |
Selain catnip, produk apa yang bisa membantu menenangkan kucing yang stres di rumah? | Anda bisa menggunakan synthetic pheromone diffuser (seperti Feliway) yang mengeluarkan aroma penenang tiruan mirip feromon alami kucing, atau memberikan suplemen khusus penenang yang direkomendasikan dokter hewan. |