Di hampir semua pertandingan, kecerobohan dalam mengontrol bola menjadi penyebab kekalahan Los Angeles Lakers. Mereka, misalnya, melakukan 19 turnover yang dimanfaatkan Oklahoma City Thunder untuk mencetak 22 poin di pertandingan keempat. Lakers juga mesti tertinggal akibat rentetan poin (14-0) krusial Thunder dari turnover di pertandingan ketiga.
Saat pertandingan makin ketat pada kuarter keempat, kelelahan menjadi faktor dari kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja, terutama dari para pengatur serangan Lakers yang menggantikan Luka Doncic. Ini yang menghalangi mereka untuk mengeksekusi permainan dengan baik. Serangan Lakers mandul di hadapan tembok Thunder menjelang akhir.
Bigman Lakers, Deandre Ayton dan Jaxson Hayes, juga kurang memiliki kecepatan. Mereka terlambat mengantisipasi serangan perimeter hingga ke area cat Thunder, terutama di ruang terbuka. Keduanya kalah telak dari Chet Holmgren dan Isaiah Hartenstein.
Meski Lakers berhasil membatasi pergerakan Shai Gilgeous-Alexander pada beberapa kesempatan, para pemain pendukung Thunder mampu mengungguli pemain cadangan Lakers. Rookie, Ajay Mitchell, tampil gemilang dalam empat pertandingan. Mitchell bahkan mencetak 28 poin di pertandingan keempat yang menentukan. Sementara itu, Holmgren dan pemain yang didatangkan pada pertengahan musim, Jared McCain, secara konsisten mencetak poin penting tiap kali Lakers mencoba melakukan serangan balik.