Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagnaia Bantah Keras Rossi soal Kena Mental di Ducati Gegara Marquez
Francesco Bagnaia saat tiba di Sirkuit Mandalika, Jumat (3/10/2025). (IDN Times/Linggauni)
  • Francesco Bagnaia menolak anggapan Valentino Rossi bahwa mentalnya terguncang karena Marc Marquez, dan menegaskan masalah performanya disebabkan faktor teknis motor Ducati musim 2025.
  • Alih-alih tertekan, Bagnaia justru belajar banyak dari Marquez serta memanfaatkan pengalaman rekan-rekannya seperti Rossi dan Casey Stoner untuk meningkatkan kemampuannya di lintasan.
  • Bagnaia mulai pesimis bisa pensiun bersama Ducati setelah musim sulit 2025, meski sebelumnya bermimpi mengawali dan mengakhiri karier MotoGP di tim pabrikan asal Italia itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Francesco Bagnaia kurang senang dengan komentar miring yang dilontarkan legenda MotoGP, Valentino Rossi. Itu karena mentalnya disebut tergoncang buntut berduet dengan Marc Marquez di Ducati Lenovo.

Musim 2025 memang menjadi tahun yang berat bagi Bagnaia, karena performanya mengalami penurunan drastis. Rossi menilai kondisi itu menghantui Bagnaia setelah berada di garasi yang sama dengan Marquez.

"Ketika Marquez datang dan sangat kuat, itu tidak mudah secara mental," kata Rossi, dikutip dari Motosan.

1. Bukan karena Marquez

Pembalap Italia itu menolak mentah-mentah anggapan sang mentor dan menyatakan tidak tertekan dengan kehadiran The Baby Alien. Pembalap yang akrab disapa Pecco itu mengaku faktor teknislah yang mengganggunya sepanjang musim 2025 lalu.

"Marc datang dan langsung mendominasi, tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu. Saya tidak berhasil mengendarai motor yang sudah berubah dibandingkan tahun sebelumnya, yang terasa sempurna saat itu. Saya mengalami kesulitan besar, saya tidak menderita karena Marc, melainkan karena tidak bisa mengeluarkan potensi saya," ujar Bagnaia kepada GPOne.

2. Bagnaia petik pelajaran berharga dari The Baby Alien

Alih-alih merasa terintimidasi, Bagnaia justru melihat sisi positif dari sosok Marquez sebagai tandemnya. Ia mencoba menyerap ilmu dan pengalaman berharga dari sang pembalap legendaris tersebut, sama seperti saat ia banyak dibantu oleh Rossi dan Casey Stoner.

"Rossi adalah sosok yang paling banyak membantu saya. Saya mencoba mengambil yang terbaik dari semua orang. Casey (Stoner) sempat berada di sisi saya dalam beberapa momen, dan bantuannya membuat perbedaan. Kehadiran Marc di dalam garasi (tim) juga positif, saya bisa melihat datanya dan berbicara langsung dengannya," ucap Bagnaia.

3. Pesimis pensiun di Ducati

Situasi pelik ini juga membuat masa depan Bagnaia di tim pabrikan Ducati kian diselimuti awan tebal. Pecco mulai realistis terkait mimpi besarnya untuk mengawali dan mengakhiri karier di tim asal Borgo Panigale itu mungkin tidak akan terwujud.

"Impian dan tujuan saya adalah memulai dan mengakhiri karier di MotoGP bersama mereka (Ducati). Sayangnya, musim lalu kami mengalami beberapa kesulitan dan wajar jika segalanya bisa berubah," ucap Bagnaia.

Editorial Team