PyeongChang, IDN TIMES - Kehidupan ratusan pemandu sorak dari Korea Utara yang memeriahkan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 ternyata tidaklah se-imut penampilan mereka saat berada di Korea Selatan.
Di balik keceriaan dan pesona yang ditebarkan oleh mereka selama penyelenggaraan Olimpiade yang akan berakhir hari Minggu ini, mereka menjadi budak seks oleh para politisi top saat berada di negaranya. Setidaknya inilah pengakuan dari seorang pembelot dari Korea Utara yang sempat bertugas sebagai musisi di kemiliteran negara yang sangat tertutup tersebut.