Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bikin Sedih, Pebulutangkis Indonesia Bertumbangan di Denmark Open 2017
bwfworldchampionships.com

Turnamen bulutangkis World Super Series Premier Denmark Open yang dimulai kemarin, rupanya kurang ramah bagi pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia. Di babak pertama turnamen yang levelnya sama dengan Grand Slam di tenis ini, cukup banyak pebulutangkis andalan Indonesia yang langsung tersingkir di babak pertama. 

Dikutip dari akun Instagram badminton_dmrk, di sektor ganda putra dua pasangan Indonesia langsung out di babak awal. Di awali dari pasangan Berry Angriawan/Hardianto kalah 8-21, 21-23 dari pasangan tuan rumah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusse hanya dalam waktu 35 menit. 

Ahsan/Rian Gagal Ulangi Sukses Kejuaraan Dunia.

Pasangan Mohamad Ahsan/Rian Agung Saputro juga dihentikan unggulan ketiga asal Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen 23-25, 18-21. Ahsan/Rian gagal mengulang sukses di Kejuaraan Dunia 2017 pada akhir Agustus lalu ketika menundukkan ganda putra terbaik Tiongkok ini di round satu.

“Sayang ya, padahal kami sudah leading terus di akhir game (pertama). Lawan juga tampil cukup bagus, kami kurang tenang. Mereka sama saja penampilannya dibanding di Kejuaraan Dunia 2017. Kekalahan ini karena faktor kaminya saja, udah saat-saat leading, bisa terkejar lawan. Seharusnya kami bisa mempertahankan keunggulan itu,” ujar Ahsan dikutip dari Instagram badminton.ina.

Ganda Putri Sisakan Satu Pasangan.

Sementara di sektor ganda putri, dua wakil Indonesia juga langsung tersingkir.  Pasangan Anggia Shitta/Ni Ketut Mahadewi yang pekan lalu jadi finalis Dutch Open 2017, kalah straight set 13-21, 12-21 dari pasangan Jepang Naoko Fukuman/Kurumi Yonao. Sementara pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu yang diharapkan bisa melangkah jauh, juga kalah dramatis dari pasangan Jepang, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto. Greysia/Apriani kalah rubber game 14-21, 21-18, 20-22 dari unggulan keenam tersebut.

“Memang kehilangan fokus di akhir game ketiga, dari angka 17. Saya sempat kepikiran takut membuat kesalahan sendiri, jadi kurang tenang,” ungkap Apriani dikutip dari Badminton.Ina.

Di sektor ganda putri, Indonesia tinggal berharap pada pasangan Della/Destiara/Rizki Amelia. Di babak berikutnya, juara Dutch Open 2017 ini  akan menghadapi ujian superberat. Keduanya bertemu andalan Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan yang menempati unggulan kedua.

Juara Tunggal Putra Korea Open Langsung Out.

Kabar buruk juga datang dari nomor tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting kalah dari unggulan pertama asal Koorea, Son Wan Ho lewat ruuber game, 23-21, 17-21, 17-21. Ginting gagal mengulang prestasi apik di Korea Open pada September lalu saat mengalahkan Son Wan Ho di semifinal untuk kemudian menjadi juara.

Masih Ada Kabar Bagus.

Terlepas dari banyaknya pebulutangkis Indonesia yang tersingkir di babak pertama, masih ada kabar bagus untuk Indonesia. Indonesia masih punya lima harapan. Dua di ganda putra, satu di ganda putri, tunggal putra dan ganda campuran. 

Pasangan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya menang atas pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Marcus/Kevin yang menjadi unggulan kedua, menang tiga set 21-16, 19-21, 21-10. Sukses Marcus/Kevin diikuti pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda yang menang hebat, straight set atas pasangan Tiongkok He Jiting/Tan Qiang 21-14, 21-18. 

Sebelumnya, beberapa jagoan Indonesia juga sudah memastikan lolos ke babak kedua. Yakni tungga putra Jonathan Christie, pasangan ganda putri Della Destiara/Rizki Amelia dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Termasuk juga Hendra Setiawan yang berpasanga dengan pemain Malaysia, Tan Boong Heong di ganda putra. 

Di babak 16 besar, sesuai jadwal, mereka akan tampil hari ini, Kamis (19/10) malam waktu Indonesia. Rencananya, laga malam nanti akan ditayangin salah satu stasiun televisi swasta.

Semoga peubulutangkis Indonesia lolos semua ke babak berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team