Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Curhat Perenang Indonesia, TC Asian Games Berhenti Akibat Anggaran
Atlet renang putri Indonesia, Flairene Candrea di Stadion Akuatik GBK, Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)
  • Flairene Candrea mengungkap Pelatnas Akuatik Indonesia dibubarkan sejak April 2026, hanya sebulan setelah dimulai dan menjelang Kejurnas, membuat para atlet harus pulang tanpa akomodasi.
  • Pembubaran pelatnas disebut akibat pemotongan anggaran, namun federasi berencana mengadakan kembali pelatnas dengan kuota atlet yang lebih sedikit setelah Kejurnas.
  • Meski sempat sedih karena pembubaran mendadak, Flairene tetap berusaha fokus menghadapi Kejurnas dan yakin federasi akan menghidupkan kembali pelatnas demi persiapan Asian Games 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Atlet renang putri Indonesia, Flairene Candrea, blak-blakan soal kondisi Pelatnas Akuatik Indonesia yang mendadak dibubarkan. Flairene menyatakan, Pelatnas sudah dibuarkan sejak April 2026 lalu, padahal Asian Games sudah menanti karena dilangsungkan pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.

"Persiapannya, jujur, agak, bagaimana ya bilangnya? Kami kan juga tiba-tiba kemarin Pelatnas sempat dibubarin ya," kata Flairene saat ditemui di Stadion Akuatik GBK, Selasa (28/4/2026) malam WIB.

1. Dipulangkan sebelum Kejurnas

Atlet renang Indonesia, Flairene Candrea Wonomiharjo (dok. NOC Indonesia)

Menurut Flairene, Pelatnas Asian Games harusnya berlangsung hingga gelaran empat tahunan tersebut dimulai. Namun, tiba-tiba para atlet harus menerima kenyataan, Pelatnas harus dihentikan.

"Seharusnya kayaknya mungkin lanjut terus, gak ada bubar. Cuma, tiba-tiba ini satu minggu sebelum Kejurnas, tiba-tiba dipulangkan semua dari Aryaduta. Jadi, ya kami sekarang juga gak dapat akomodasi apa-apa,” kata Flairene.

Flairene mengaku, para atlet baru mendapat panggilan masuk ke pelatnas Asian Games pada Maret 2026 lalu. Namun, baru sebulan berjalan, Pelatnas tiba-tiba dihentikan dan tentunya mengganggu ritme persiapan para atlet.

"Kami baru mulai masuk Pelatnas lagi itu di 5 Maret ya, kalau gak salah. Itu pemanggilannya, terus kemarin kami baru dikeluarkan itu April. Baru sebulan berjalan, habis itu kami tiba-tiba selesai," kata Flairene.

2. Anggaran jadi alasan

Atlet renang putri Indonesia, Flairene Candrea di Stadion Akuatik GBK, Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Flairene mengaku tak tahu pasti apa alasan Pelatnas Akuatik dihentikan. Menurut informasi yang Flairene dapatkan, pemotongan anggaran menjadi alasannya.

"Gak ada anggaran, katanya. Aku juga kurang tahu. Cuma katanya gak ada anggaran. Karena anggarannya dipotong, ya kami semua terpaksa dipulangkan,” kata Flairene.

Flairene menjelaskan, pihak federasi mengatakan akan berupaya untuk menggelar kembali pelatnas Asian Games. Namun, kuota atlet akan dikurangi.

"Tapi ya, mungkin katanya habis Kejurnas ini mau diadakan Pelatnas lagi. Cuma, kuotanya dikurangi. Lebih ke yang prioritas masuk ke dalam Pelatnas untuk Asian Games," kata Flairene.

3. Sempat sedih karena pelatnas dibubarkan

Aksi perenang Indonesia, Flairene Candrea Wonomiharjo, saat berlaga di SEA Games 2021 / Dokumentasi Komite Olimpiade Indonesia

Flairene mengaku sempat sedih saat Pelatnas Asian Games dihentikan. Apalagi, ini terjadi ketika dia dalam masa persiapan jelang Kejuaraan Nasional.

"Jujur, waktu dikeluarkan itu sedih banget. Kayak sempat mellow, kayak 'kok bisa dita dikeluarin?' Sorry to say, seperti kurang terhormat gitu lho. Kayak kami disuruh check out dari akomodasi, dari Aryaduta itu dua hari setelah dikasih tahu kalau kita semua dipulangkan," kata Flairene. 

"Dan kayak kebetulan kami mau Kejurnas kan minggu depannya. Tapi, ya tetap harus semangat, fokus, dan justru harus menunjukkan di Kejurnas ini bisa tampil baik dan bisa perform bagus supaya membuktikan kalau misalnya kami masih layak untuk diadakan Pelatnas," kata Flairene.

4. Persiapan ke Asian Games terganggu

Perenang putri Flairene Candrea (Dok. NOC Indonesia)

Flairene mengaku belum merasakan gangguan berarti untuk persiapan Asian Games dengan adanya peristiwa ini. Flairene meyakini Akuatik Indonesia sebagai federasi, akan berupaya untuk membuat pelatnas bisa berjalan kembali.

"Karena rumah aku jauh ya, jadi harus pulang-pergi Jakarta-Karawaci gitu kan. Cuma, untuk sementara ini masih belum terganggu apa-apa sih. Karena masih fokus juga. Aku yakin juga lah PB juga pasti bekerja keras untuk mengadakan Pelatnas lagi untuk Asian Games gitu," kata Flairene.

Berdasarkan informasi yang didapatkannya, Flairene mengungkapkan, pemanggilan Pelatnas Asian Games rencananya akan dilakukan pada Mei 2026 mendatang.

"Katanya sih Mei (pemanggilan lagi). Cuma itu paling cepat. Cuma, kami semua juga gak ada yang berharap. Kami semua ya udah go with the flow aja gitu," kata Flairene.

Editorial Team