Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Menarik Thomas dan Uber Cup, Sejarah hingga Prestasi Indonesia
trofi turnamen Thomas dan Uber Cup (dok. sportstars.id)
  • Thomas dan Uber Cup adalah kejuaraan beregu bulu tangkis dunia yang digagas oleh George Alan Thomas dan Betty Uber, pertama kali digelar masing-masing pada 1949 dan 1957 di Inggris.
  • Sejak 1984, kedua turnamen diselenggarakan dua tahun sekali dengan format lima pertandingan tanpa hadiah uang, hanya piala dan medali bergengsi bagi negara pemenang.
  • Indonesia menjadi negara tersukses di Thomas Cup dengan 14 gelar juara, sementara di Uber Cup Indonesia meraih tiga kali kemenangan pada 1975, 1994, dan 1996.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Turnamen Thomas dan Uber Cup 2020 tengah berlangsung sejak 9 Oktober hingga 17 Oktober 2021. Gelaran ke-31 Thomas Cup dan ke-28 Uber Cup yang diikuti atlet terbaik dari negara anggota BWF kali ini diselenggarakan di Aarhus, Denmark.

Namun, tahukah kamu kalau di balik kemegahan turnamen dunia tersebut, ada sederet fakta yang menarik untuk diketahui? Biar gak penasaran, yuk cek fakta-fakta menarik tentang Thomas dan Uber Cup berikut ini.

1. Sejarah singkat turnamen

potret George Alan Thomas dan Betty Uber (dok. bwfmuseum.isida.pro | dok. gettyimages.co.uk)

Turnamen Thomas Cup muncul atas ide dari George Alan Thomas, pemain bulu tangkis asal Inggris yang pernah meraih 21 gelar juara All England. Seharusnya turnamen pertama digelar pada tahun 1939, namun event ini terpaksa ditunda karena Perang Dunia ke-2 dan baru diselenggarakan pada tahun 1949 di Preston, Inggris.

Sementara itu, nama turnamen Uber Cup diambil dari penggagasnya, Betty Uber, yang juga merupakan pemain bulu tangkis asal Inggris. Uber Cup sendiri pertama kali digelar pada tahun 1957 di Preston, Lancashire, Inggris. Kini, Thomas dan Uber Cup menjadi salah satu kejuaraan beregu dunia yang cukup bergengsi.

2. Waktu pelaksanaan turnamen

Thomas dan Uber Cup 2020 (instagram.com/bwf.official)

Sejak pertama kali berlangsung pada tahun 1949, Thomas Cup diselenggarakan setiap tiga tahun sekali sampai pada gelaran tahun 1982. Selanjutnya, sejak gelaran tahun 1984, waktu penyelenggaraan Thomas Cup diubah menjadi dua tahun sekali hingga saat ini.

Sama seperti Thomas Cup, Uber Cup juga digelar tiap tiga tahun sampai tahun 1981. Kemudian pada tahun 1984 barulah Uber Cup digelar bersamaan dengan Thomas Cup setiap dua tahun sekali.

3. Format pertandingan

draw Thomas dan Uber Cup 2020 (instagram.com/kabarsports_id)

Pada awalnya, format pertandingan dalam Thomas dan Uber Cup dibuat dalam 9 partai, yaitu 5 tunggal dan 4 pasang ganda yang berlangsung selama 2 hari. Lantas, setiap negara baru bisa keluar sebagai pemenang kalau setidaknya sudah mengantongi 5 kemenangan.

Mulai gelaran tahun 1984, format pertandingan Thomas dan Uber Cup ikut berubah. Sejak saat itu hingga sekarang, laga dunia 2 tahunan ini digelar dengan format 5 pertandingan, yaitu 3 tunggal dan 2 pasang ganda dengan minimal meraih 3 kemenangan.

4. Hadiah yang diterima

trofi turnamen Thomas dan Uber Cup (dok. sportstars.id)

Thomas dan Uber Cup masuk daftar turnamen BWF yang tidak menawarkan prize money bagi atlet dari negara yang berlaga. Meski ada desakan untuk memberikan hadiah uang sebagai apresiasi, BWF masih bertahan dengan kebijakannya tersebut.

Negara pemenang hanya akan memboyong piala yang ikonik dan medali yang bisa dibilang sangat prestisius. Selain itu, kibaran bendera negara juga dianggap jadi kebanggan tersendiri bagi para atlet.

5. Negara pemenang TUC

negara peserta TUC 2020 (instagram.com/badmintoncintadamai)

Malaysia menjadi negara pertama yang menjuarai Thomas Cup usai mengalahkan Denmark di partai final dengan skor 8-1. Menariknya, sejauh ini ada 6 negara yang pernah keluar sebagai juara Thomas Cup, yaitu Malaysia, Indonesia, China, Jepang, India dan Denmark.

Beda lagi dengan Uber Cup, Amerika Serikat keluar sebagai juara di gelaran pertama pada tahun 1957. Gelar terbanyak diraih oleh China sebanyak 16 kali sejak keikutsertaannya pada tahun 1984.

Bahkan, gelar juara Uber Cup hanya sempat direbut sebanyak tiga kali oleh Indonesia pada tahun 1975, 1994, dan 1996 serta Korea Selatan pada tahun 2010, 2022, 2026. Selain China, Indonesia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan, Jepang juga mencatatkan diri sebagai juara Uber Cup sebanyak 6 kali pada tahun 1966, 1969, 1972, 1978, 1981, dan 2018.

6. Prestasi Indonesia di TUC

prestasi Indonesia di TUC (instagram.com/vidiosports)

Sebagai salah satu negara yang cukup disegani dalam olahraga tepok bulu, Indonesia memiliki catatan prestasi yang cukup membanggakan. Sejak pertama kali berpartisipasi di Thomas Cup pada tahun 1958, Indonesia sudah meraih gelar sebanyak 14 kali.

Jadi negara peraih gelar terbanyak untuk Thomas Cup, Indonesia bahkan pernah jadi juara lima kali berturut-turut, lho. Mulai tahun 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002, piala Thomas gak pernah absen diboyong pulang.

Sedikit berbeda dengan Uber Cup, catatan kemenangan Indonesia baru tertulis sebanyak tiga kali. Piala Uber sempat dibawa pulang ke Tanah Air pada tahun 1975 setelah berlaga melawan Jepang di partai final serta tahun 1994 dan tahun 1996 usai mengalahkan China.

7. Fakta tentang skandal Scheele

suasana di Istora Senayan saat Thomas Cup 1967 (dok. indosport.com)

Gak cuma catatan sejarah dan prestasi sejumlah negara di dunia, ternyata turnamen bergengsi yang satu ini juga sempat diwarnai dengan skandal. Pada gelaran Thomas Cup 1967 yang berlangsung di Jakarta, Indonesia berhadapan dengan Malaysia di laga final.

Kala itu skor Indonesia tertinggal 3-4 hingga membuat penonton "menggila" dan terus bersorak menyanyikan lagu nasional demi memberi suntikan semangat untuk para atlet yang berlaga. Kondisi ini kemudian dianggap sebagai "teror" yang menyebabkan pemain Malaysia merasa terganggu.

Alhasil, Herbert Scheele, wasit asal Inggris, memutuskan untuk menghentikan pertandingan dan mengusulkan wacana untuk melanjutkan pertandingan di tempat netral, yaitu Selandia Baru. Sayangnya, Indonesia menolak dan gelar juara pun jatuh ke tangan Malaysia.

 

Gimana, BL? Fakta-fakta terkait Thomas dan Uber Cup tadi cukup menarik, bukan? TUC 2020 tengah berlangsung, yuk, dukung para atlet kita yang tengah berjuang demi memboyong gelar juara.

FAQ Seputar Thomas dan Uber Cup

Berapa kali Indonesia juara Thomas Cup?

Indonesia mengoleksi 14 gelar juara Thomas Cup pada tahun 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2020.

Berapa kali Indonesia juara Uber Cup?

Indonesia telah meraih Uber Cup sebanyak 3 kali pada tahun 1975, 1994, dan 1996. Pada 1975, Indonesia menjadi negara pertama yang meraih Thomas Cup dan Uber Cup secara bersamaan.

Negara mana paling sering juara Thomas Cup?

Indonesia memimpin dengan 14 gelar, China memiliki 12 gelar, dan Malaysia memiliki 5 gelar.

Apa itu skandal Scheele tahun 1967?

Dalam final Thomas Cup 1967 di Jakarta, wasit Herbert Scheele menghentikan pertandingan karena penonton Indonesia mengganggu. Indonesia menolak melanjutkan di tempat netral, sehingga Malaysia diberi gelar juara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorT y a s