Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Finalis NBA Terakhir yang Gagal ke Playoff pada Musim Berikutnya
ilustrasi bola basket NBA (unsplash.com/Edgar Chaparro)
  • Indiana Pacers gagal lolos ke playoff NBA 2026 setelah musim sebelumnya mencapai final, dipengaruhi absennya Tyrese Haliburton akibat cedera Achilles.
  • Dallas Mavericks yang menjadi finalis NBA 2024 tersingkir di babak play-in musim berikutnya setelah performa menurun dan keputusan menukar Luka Doncic dengan Anthony Davis.
  • Golden State Warriors terpuruk menjadi juru kunci Wilayah Barat pada musim 2019/2020 usai kalah di final 2019, karena kehilangan Stephen Curry dan Klay Thompson akibat cedera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Indiana Pacers telah mengubur mimpi untuk lolos ke NBA Playoff 2026. Tim asuhan Rick Carlisle ini tercecer di papan bawah klasemen WIlayah Timur. Kegagalan menembus playoff merupakan sebuah penurunan besar bagi Pacers. Sebab, mereka berhasil mencapai final pada musim lalu.

Dalam sejarah NBA sendiri, kejadian seperti itu bukan hal baru. Cukup banyak tim yang berstatus finalis justru melempem pada musim berikutnya hingga gagal mendapat tiket playoff. Termasuk Pacers, berikut ini tiga tim terakhir yang alami nasib buruk tersebut.

1. Indiana Pacers terseok-seok di NBA 2025/2026 meski sempat buat kejutan dengan menembus NBA Final 2025

Indiana Pacers mencuri perhatian di NBA 2024/2025. Meski tidak diunggulkan, mereka justru melaju hingga final. Pada partai puncak, Pacers dipertemukan dengan Oklahoma City Thunder yang tampil dominan sepanjang musim. Pacers pun mampu memberikan perlawanan sengit sehingga duel berlangsung selama tujuh game. Sayangnya, pada game terakhir, Pacers takluk dengan skor 93-101 sehingga kalah agregat 3-4.

Melihat kesuksesan sebelumnya, banyak pihak menaruh ekspektasi besar kepada Pacers di NBA 2025/2026. Namun, hal yang terjadi malah sebaliknya. Pacers kesulitan bersaing bahkan gagal lolos ke playoff. Mereka hanya mencatat 18 kemenangan dan 61 kekalahan per 9 April 2026. Posisi Pacers berada satu tingkat dari dasar klasemen Wilayah Timur. Namun, penurunan performa yang dialami Pacers juga bukan tanpa sebab. Mereka belum bisa diperkuat bintang utamanya, Tyrese Haliburton, karena masih menjalani pemulihan pasca cedera Achilles yang menimpa saat final.

2. Kalah telak dari Boston Celtics di NBA Final 2024, Dallas Mavericks juga gagal mendapat tiket playoff 2025 lantaran takluk pada babak play-in

Dallas Mavericks tampil gemilang di NBA 2023/2024. Lolos ke playoff sebagai tim peringkat kelima Wilayah Barat, Mavericks mampu menyingkirkan Los Angeles Clippers, Oklahoma City Thunder, Minnesota Timberwolves guna melaju ke final menantang Boston Celtics. Namun, dalam partai penentuan gelar juara tersebut, Mavericks seakan kehabisan bensin sehingga takluk dengan agregat 1-4 dari Celtics.

Semusim setelahnya di NBA 2024/2025, performa Mavericks naik-turun. Ditambah lagi, pada pertengahan musim, mereka membuat kesalahan fatal usai menukar Luka Doncic dengan Anthony Davis dari Los Angeles Lakers. Davis yang terkenal rentan cedera itu pun tidak bisa berkontribusi besar karena sering absen. Meski begitu, Mavericks mampu menutup musim reguler dengan finis di urutan sepuluh klasemen Wilayah Barat. Mereka harus berjuang pada babak play-in guna melaju ke playoff. Mavericks mampu meraih kemenangan pada game pertama melawan Sacramento Kings. Akan tetapi, saat memperebutkan satu tiket playoff tersisa, Mavericks dikalahkan oleh Memphis Grizzlies.

3. Usai tumbang dari Toronto Raptors di NBA FInal 2019, Golden State Warriors justru menjadi juru kunci klasemen di NBA 2019/2020

Dinasti Golden State Warriors sempat mengemuka di NBA. Bukan tanpa alasan, Warriors berhasil masuk final berturut-turut pada 2015--2019 dan memenangkan tiga gelar juara. Dinasti tersebut mulai runtuh usai final 2019. Kala itu, Warriors berhadapan dengan Toronto Raptors yang belum pernah juara, tetapi justru tumbang dengan agregat 2-4.

Alih-alih bangkit pada musim berikutnya di NBA 2019/2020, situasi Warriors malah makin menyulitkan. Warriors kehilangan dua bintang andalannya, Stephen Curry dan Klay Thompson, yang cedera parah sehingga harus absen panjang. Imbasnya, kekuatan tim asuhan Steve Kerr ini menurun pesat. Warriors yang rutin bertengger di papan atas pun harus rela menjadi juru kunci klasemen Wilayah Barat. Mereka hanya mencatat rekor 15 kemenangan dan 50 kekalahan.

Nasib sebuah tim bisa berubah drastis dalam waktu semusim. Ketiga tim di atas menjadi segelintir contoh. Dari yang sebelumnya berstatus finalis NBA, mereka justru gagal untuk sekadar melaju ke playoff. Penurunan performa tersebut umumnya bersumber dari masalah yang sama, yaitu ketidakhadiran bintang utama tim, entah karena cedera ataupun hengkang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team