Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bulu tangkis.
Ilustrasi bulu tangkis. (pexels.com/SHVETS production)

Indonesia Masters 2026 tengah berlangsung pekan ini di Istora Senayan, Jakarta. Turnamen BWF Super 500 tersebut kembali menjadi salah satu agenda penting dalam kalender bulu tangkis dunia. Para pemain Indonesia pun turun dengan target mengamankan hasil maksimal di kandang sendiri.

Dari 25 wakil tuan rumah yang ambil bagian, tujuh pemain harus mengawali perjuangan dari babak kualifikasi. Babak ini menjadi penentuan awal sebelum mereka melangkah ke babak utama dan akan menghadapi lawan-lawan yang lebih berat. Bagaimana hasil yang diraih tujuh wakil Indonesia tersebut di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026? Simak ulasannya di bawah ini, yuk!

1. Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhyifa kalah dari pasangan Malaysia

Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhyifa harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026. Pasangan Indonesia tersebut kalah dari duet Malaysia, Chong Jie Yu/Vanessa Ng, lewat pertandingan tiga game. Nabila/Nahya menyerah dengan skor 21-16, 13-21, dan 19-21 dalam laga berdurasi 1 jam 2 menit.

Ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan di level turnamen BWF. Nabila/Nahya sempat tampil meyakinkan pada game pertama, tetapi gagal menjaga konsistensi di dua game berikutnya. Secara peringkat dan unggulan, Chong/Vanessa memang lebih diunggulkan karena berstatus pasangan unggulan kedua di babak kualifikasi ganda putri.

2. Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menang atas pasangan Prancis

Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menang atas pasangan Prancis Mael Cattoen/Lucas Renoir dalam pertandingan tiga game. Pasangan Indonesia itu harus berjuang keras sebelum mengunci kemenangan dengan skor 20-22, 21-16, dan 21-14. Duel tersebut berlangsung selama 1 jam 2 menit dan menyajikan persaingan ketat sejak awal hingga akhir.

Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama antara Ali/Devin melawan Cattoen/Renoir di level internasional. Meski sempat kehilangan game pertama, Ali/Devin mampu bangkit dan mengendalikan permainan pada dua game berikutnya. Dengan hasil ini, catatan head to head Ali/Devin atas pasangan Prancis tersebut kini unggul 1-0.

3. Anthony Sinisuka Ginting menang meyakinkan atas wakil Thailand

Anthony Sinisuka Ginting menang meyakinkan atas wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen, untuk memastikan langkah ke babak utama. Ginting tampil dominan sejak awal dan menyudahi laga dalam dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-7. Pertandingan tersebut hanya berlangsung selama 37 menit tanpa memberi banyak peluang bagi lawannya untuk berkembang.

Laga ini menjadi pertemuan kesebelas antara Ginting dan Wangcharoen di ajang internasional. Konsistensi permainan cepat dan agresif membuat Ginting kembali unggul atas rivalnya tersebut. Hasil ini sekaligus mengubah catatan head to head menjadi 8-3 untuk keunggulan Ginting.

4. Muhamad Yusuf menangi perang saudara

Muhamad Yusuf menangi perang saudara saat berhadapan dengan sesama wakil Indonesia, Yohanes Saut Marcellyno. Yusuf tampil lebih tenang dan konsisten untuk mengamankan kemenangan dua game langsung dengan skor 21-14 dan 21-18. Pertandingan tersebut berlangsung selama 41 menit dengan tempo cepat dan reli-reli panjang.

Kemenangan ini menjadi pertemuan pertama antara Yusuf dan Yohanes di level kompetisi tersebut. Keunggulan dalam penguasaan permainan membuat Yusuf mampu menjaga jarak poin di momen krusial. Hasil ini pun menjadikan catatan head to head Muhamad Yusuf atas Yohanes Saut Marcellyno kini 1-0.

5. Prahdiska Bagas Shujiwo gagal mengatasi tunggal putra Taiwan

Prahdiska Bagas Shujiwo gagal mengatasi tunggal putra Taiwan, Wang Po Wei, dalam laga yang berlangsung ketat. Meski berstatus lebih diunggulkan secara peringkat, Prahdiska harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah dua game langsung dengan skor 18-21 dan 19-21. Pertandingan tersebut berdurasi 50 menit dengan selisih poin tipis di setiap game.

Prahdiska sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit hingga fase akhir game. Namun, konsistensi dan ketenangan Wang Po Wei pada poin-poin krusial menjadi pembeda. Dengan hasil ini, catatan head to head keduanya kini menjadi 1-0 untuk kemenangan wakil Taiwan.

Sementara itu, satu ganda campuran tuan rumah, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran menang walkover atas pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Nami Matsuyama. Pasangan Indonesia langsung melaju ke babak utama tanpa bertanding di kualifikasi. Dengan hasil ini, sebanyak empat wakil tuan rumah kembali akan bertanding di babak utama Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada Rabu (21 Januari 2026).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy