Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hasil 5 Tunggal Putra Indonesia di Malaysia Masters 2026, Babak Belur!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Lisa A)

Turnamen bulu tangkis Malaysia Masters 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 19–24 Mei 2026 menjadi salah satu agenda penting bagi para atlet dunia untuk mendulang poin. Pada ajang berkategori BWF Super 500 ini, Indonesia tercatat mengirimkan total 5 wakil andalan untuk bersaing di sektor tunggal putra. Kehadiran lima pebulu tangkis ini tentu diharapkan mampu memberikan performa terbaik dan melangkah jauh dalam turnamen.

Namun, ketatnya persaingan di lapangan membuat perjuangan tim Merah Putih tidak berjalan dengan mudah sejak babak awal. Langkah seluruh wakil tunggal putra Indonesia dipastikan terhenti sebelum mencapai babak final, bahkan ada juga yang harus tersisih sejak fase kualifikasi. Lantas, bagaimana rincian hasil pertandingan yang diraih oleh kelima wakil tunggal putra Indonesia selama berlaga di Malaysia Masters 2026?

1. Muhammad Yusuf kembali gagal menembus babak utama

Perjuangan tim tunggal putra Indonesia di Malaysia Masters 2026 harus dibuka dengan hasil kurang beruntung dari Muhammad Yusuf yang merangkak dari fase awal. Langkah Yusuf untuk melaju ke babak utama langsung terhenti di babak kualifikasi pertama setelah menghadapi perlawanan sengit dari wakil China, Zhu Xuan Chen. Melalui pertarungan ketat yang berlangsung hingga tiga gim, ia akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya tersebut.

Hasil minor di Kuala Lumpur ini menjadi catatan evaluasi yang cukup berat bagi pebulu tangkis muda Indonesia tersebut. Pasalnya, ini merupakan kali kedua secara beruntun Yusuf gagal menembus babak utama turnamen World Tour. Pada pekan sebelumnya, ia juga mengalami nasib yang sama setelah langsung tersisih di babak awal kualifikasi ajang Thailand Open 2026.

2. Prahdiska Bagas Shujiwo keok pada babak pertama

Nasib kurang beruntung juga dirasakan Prahdiska Bagas Shujiwo yang menjadi wakil tunggal putra Indonesia berikutnya yang harus menyudahi perjuangan lebih awal. Tampil di babak pertama atau fase 32 besar, Prahdiska harus mengakui keunggulan dari wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin. Langkahnya terhenti setelah kalah melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 19-21.

Laga yang berlangsung di lapangan utama tersebut berjalan cukup alot hingga memakan durasi waktu selama 51 menit. Pertandingan ini sekaligus menjadi momen pertemuan pertama bagi kedua pebulu tangkis di kompetisi resmi internasional. Kekalahan ini membuat Prahdiska harus segera berbenah untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

3. Anthony Sinisuka Ginting terhenti di babak kedua

Langkah tunggal putra Indonesia kian menipis setelah Anthony Sinisuka Ginting juga harus menyudahi perjalanannya di babak kedua Malaysia Masters 2026. Ginting dipaksa mengakui ketangguhan tunggal putra terbaik Prancis, Christo Popov, yang pada turnamen kali ini diunggulkan di posisi ketiga. Melalui permainan yang cukup ketat, ia harus merelakan tiket babak perempat final setelah kalah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 14-21.

Pertandingan yang mempertemukan kedua pemain berkelas ini berlangsung dalam durasi waktu 44 menit. Hasil pertandingan di Kuala Lumpur ini sekaligus mengubah catatan pertemuan atau head-to-head di antara kedua pebulu tangkis tersebut. Dengan kemenangan ini, Christo Popov kini berbalik mengungguli Ginting dengan rekor pertemuan menjadi 3-2.

4. Jonatan Christie gagal mengatasi perlawanan tunggal putra China

Harapan Indonesia untuk meloloskan wakil ke semifinal harus pupus setelah Jonatan Christie juga mengalami kegagalan di babak perempat final. Datang sebagai unggulan keempat di turnamen ini, Jonatan dipaksa menyerah oleh ketangguhan pemain muda China, Hu Zhe An. Melalui pertarungan sengit hingga tiga gim, Jonatan akhirnya kalah dengan skor akhir 21-14, 13-21, dan 16-21.

Laga perebutan tiket semifinal ini berlangsung sangat alot hingga memakan durasi waktu selama 1 jam 11 menit. Pertandingan di babak delapan besar tersebut juga tercatat sebagai momen pertemuan pertama bagi kedua pebulu tangkis di turnamen resmi. Kekalahan Jonatan ini sekaligus memastikan Indonesia kehilangan salah satu tumpuan utamanya untuk meraih gelar juara di Malaysia.

5. Moh Zaki Ubaidillah juga gagal menembus babak semifinal

Moh Zaki Ubaidillah akhirnya menjadi wakil terakhir Indonesia yang harus menyudahi perjuangan di ajang Malaysia Masters 2026. Pemain yang akrab disapa Ubed ini juga gagal menghadang langkah tunggal putra unggulan ketiga asal Prancis, Christo Popov, di babak perempat final. Melalui perlawanan yang sangat sengit, Ubed harus merelakan tiket semifinal setelah kalah dua gim langsung dengan skor ketat, 21-23 dan 19-21.

Pertandingan penentu tersebut sangat menguras energi dan menghabiskan durasi waktu selama 52 menit. Laga di babak delapan besar ini juga menjadi momen perdana bagi kedua pebulu tangkis untuk saling berhadapan di turnamen internasional. Dengan gugurnya Ubed, maka dipastikan seluruh amunisi tunggal putra Indonesia telah habis dan gagal membawa pulang medali dari Kuala Lumpur.

Kegagalan kelima wakil tunggal putra di Malaysia Masters 2026 tentu menjadi hasil yang kurang memuaskan bagi tim bulu tangkis Indonesia. Terhentinya langkah para pemain dari babak kualifikasi hingga perempat final menunjukkan ketatnya persaingan di level BWF Super 500 saat ini. Hasil ini diharapkan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi para atlet dan pelatih agar bisa tampil lebih solid pada turnamen-turnamen berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy