Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu saat menjalani laga perempat final Indonesia Masters 2026
Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu saat menjalani laga perempat final Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Intinya sih...

  • Jafar/Felisha kalah di semifinal Indonesia Masters 2026 dari wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.

  • Pertandingan berlangsung sengit dengan Jafar/Felisha menang di game pertama, namun kalah di game kedua dan ketiga.

  • Christiansen/Boje berhasil mengatasi permainan Jafar/Felisha dan memenangkan pertandingan dengan skor 22-20, 19-21, 17-21.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Langkah ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta nathaniel Pasaribu, terhenti di semifinal Indonesia Masters 2026. Jafar/Felisha kalah dari wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dalam rubber game dengan skor 22-20, 19-21, 17-21 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Game pertama berlangsung sengit. Jafar/Felisha kejar-kejaran poin dengan Christiansen/Boje hinggas kor 8-8. Bermain dalam tekanan lawan, Jafar/Felisha tertinggal 9-11 di jeda interval game pertama.

Susah payah Jafar/Felisha berusaha merapatkan angka hingga kedudukan menjadi imbang 14-14. Namun, permainan Jafar/Felisha terlalu rapuh untuk bertahan dari serangan Christiansen/Boje. Mudah saja bagi pasangan Denmark itu membuat Jafar/Felisha tertinggal empat angka dengan skor 14-18.

Jafar/Felisha tertinggal tiga angka dengan skor 17-20 di game point pertama. Jafar/Felisha merapatkan pertahanan, meladeni serangan-serangan Christiansen/Boje dengan berani dan memaksa deuce dengan skor 20-20.

Dalam momen krusial, serangan Jafar/Felisha begitu tajam. Tepakan keras Felisha tak mampu diatasi Christiansen/Boje. Skor 22-20, Jafar/Felisha mengunci kemenangan game pertama.

Pada game kedua, Christiansen/Boje lebih agresif dan efektif. Jafar/Felisha susah payah menjaga pertahanan dan tertinggal 3-6 hingga skor 8-11 di interval. Serangan-serangan tajam Christiansen/Boje menekan Jafar/Felisha. Jafar beberapa kali melepas smes keras, mencoba menyudahi dominasi Christiansen/Boje.

Namun, Jafar/Felisha masih terus tertinggal hingga skor 12-16. Jafar/Felisha berani menantang serangan Christiansen/Boje. Beberapa poin beruntun diraih, membawa Jafar/Felisha menyamakan kedudukan menjadi 17-17.

Christiansen/Boje melakukan perubahan dan menargetkan Felisha lewat pukulan-pukulan kerasnya. Terkuras, Jafar/Felisha sering kecolongan hingga akhirnya kalah dengan skor 19-21.

Awal game ketiga berlangsung sengit. Jafar/Felisha tertahan imbang dengan skor 4-4. Setelahnya, permainan Jafar/Felisha mulai dominan dan menekan. Jafar/Felisha beberapa kali membuat Christiansen/Boje terjatuh di lapangan.

Langkah Christiansen/Boje mati. Jafar/Felisha nyaman memetik keunggulan tujuh angka dengan skor 11-4 di interval game penentuan.

Usai jeda, Jafar/Felisha malah kehilangan ritmenya. Christian/Boje bisa mempertipis jarak hingga skor 10-12, memanfaatkan pertahanan Jafar/Felisha yang makin longgar. Alhasil, Christian/Boje bisa membalikkan keadaan dan unggul 16-15.

Jafar/Felisha kesulitan mengambil alih kendali pertandingan. Beberapa kali, Jafar/Felisha melakukan kesalahan sendiri hingga Christiansen/Boje menutup laga dengan kemenangan 21-17.

Editorial Team