Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin usai memenangkan laga 16 besar Indonesia Masters 2026
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin usai memenangkan laga 16 besar Indonesia Masters 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Raymond/Joaquin siap berduel melawan Fajar/Fikri tanpa memandang senioritas di lapangan.

  • Raymond/Joaquin menganggap pertandingan melawan senior sebagai momen 'bodo amat' untuk merebut tiket semifinal.

  • Raymond/Joaquin pernah menaklukkan Fajar/Fikri di final Australia Open 2026 dan meraih gelar Super 500 perdana mereka.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tak gentar menghadapi perang saudara di perempat final Indonesia Masters 2026. Raymond/Joaquin akan berduel melawan senior di Pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Raymond/Joaquin menegaskan siap psywar menghadapi senior mereka tersebut. Menurut Raymond/Joaquin, tak ada istilah senior-junior di lapangan saat pertandingan.

1. Siap psywar lawan senior

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin debut di ajang BWF Super 1000 dalam Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)

Raymond/Joaquin mengaku siap berduel melawan Fajar/Fikri.

“Jujur ingin lawan senior karena ini di pertandingan. Saya ingin banget lawan mereka.,” kata Joaquin usai memenangkan laga 16 besar di Istora Senayan, Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Menurut Joaquin, laga melawan senior senegara menjadi salah satu yang paling mereka nantikan dalam turnamen.

“Jadi makanya ini momen yang saya tunggu, saya ingin menang lawan ranking tiga itu,” kata Joaquin.

2. Kelakar soal melawan senior

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin debut di ajang BWF Super 1000 dalam Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)

Ditanya soal berhadapan dengan senior, Raymond/Joaquin kompak berkelakar. Keduanya mencap laga ini akan jadi pertandingan ‘bodo amat’ untuk berebut tiket ke semifinal

“Kalau di latihan kan enggak enak karena mereka senior. Kalau di pertandingan sudah bodo amat,” kata Joaquin.

“Mungkin latihan masih ada enggak enaknya kalau sama mereka. Kalau di pertandingan lebih bebas, kalau mereka berkehendak apa ya tergantung service judge dan wasit. Lebih nothing to lose saja,” sambung Raymond.

3. Sudah pernah bersua sebelumnya

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin debut di ajang BWF Super 1000 dalam Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)

Raymond/Joaquin sudah pernah bersua sebelumnnya. Kala itu, Raymond/Joaquin berhasil menaklukkan Fajar/Fikri di final Australia Open 2026 dan meraih gelar Super 500 perdana mereka.

Ditanya soal potensi perbedaan yang mungkin terjadi, Raymond/Joaquin tak mau terlalu banyak berkomentar.

“Yang pasti ada berbeda terutama arah angin. Kalau di sini kencang anginnya kalau di Australia lebih minimal. Mereka lebih berpengalaman soal ini. Tapi belum bisa menjawab (lebih lanjut) soal itu,” kata Raymond.

Editorial Team