Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sirkuit
ilustrasi sirkuit (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Michael Schumacher finis sebagai pemenang GP Belgia 1992 setelah memulai balapan dari posisi ketiga

  • Schumacher memuji strategi Benetton yang melakukan pergantian ban slick pada waktu yang tepat

  • Mobil B192-05 yang menjadi saksi kemenangan Schumacher di GP Belgia 1992 secara resmi dilelang dengan perkiraan harga lebih dari 8,5 juta euro

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Michael Schumacher bukan sekadar pembalap dalam kancah Formula 1. Ia merupakan legenda yang namanya masih sering menghiasi pembicaraan seputar kejuaraan balap jet darat tersebut. Ia telah mengukir tinta emas lewat prestasinya di atas lintasan.

Salah satu momen tak terlupakan dalam perjalanan karier Schumacher adalah kemenangan perdananya di Formula 1. Itu terjadi saat pembalap berpaspor Jerman itu memperkuat Benetton. Schumacher naik podium tertinggi untuk pertama kalinya di GP Belgia 1992.

1. Memulai balapan dari posisi ketiga, Michael Schumacher finis sebagai pemenang GP Belgia 1992

Suasana Sirkuit Spa-Francorchamps tampak ramai pada 30 Agustus 1992. Itu adalah tanggal gelaran Formula 1 GP Belgia 1992. Banyak orang memadati sirkuit tersebut demi menyaksikan aksi pembalap favorit mereka di lintasan.

Embusan angin cukup kencang dan awan putih di langit menjadi latar awal balapan. Michael Schumacher yang menempati posisi start ketiga memulai balapan tanpa kendala. Sementara itu, Nigel Mansell dan Ayrton Senna bersaing memperebutkan posisi terdepan.

Schumacher sempat melorot ke posisi keempat setelah disalip Riccardo Patrese. Tak berselang lama, marshal mengibarkan bendera motif garis merah-kuning. Bendera itu merupakan tanda peringatan bagi pembalap karena trek yang kian basah karena hujan.

Situasi tersebut tak membuat Schumacher gentar. Pada lap 13, Schumacher kembali berada di posisi ketiga setelah menyalip Senna. Ia mempertahankan posisi tersebut hingga lap 29.

Pada lap 30, Schumacher melakukan kesalahan yang membuatnya sempat melebar. Akibatnya, ia turun ke posisi keempat setelah disalip rekan setimnya, Martin Brundle. Selepas itu, Schumacher masuk ke pit untuk melakukan pergantian ban kepada jenis slick menyusul kondisi trek yang makin mengering selepas hujan.

Williams bereaksi atas strategi pergantian ban yang dilakukan Benetton. Mereka meminta Mansell yang memimpin balapan untuk masuk pit guna mengganti ban kepada jenis yang sama pada lap 33. Kondisi tersebut membuat Schumacher memimpin jalannya balapan.

Mansell terus mengejar Schumacher pada fase akhir balapan. Namun, upaya tersebut berakhir antiklimaks karena mesin mobilnya tak bekerja dengan baik. Di sisi lain, Schumacher yang mengemudikan mobil bernomor rangka B192-05 melintasi garis finis sebagai pemenang. Ia mengungguli Mansell dengan jarak 36,595 detik.

2. Michael Schumacher memuji strategi Benetton yang melakukan pergantian ban slick pada waktu yang tepat

Senyum merekah terpancar dari wajah Michael Schumacher selepas memenangi balapan GP Belgia 1992. Ia memuji strategi tim yang melakukan pergantian ban kepada jenis slick pada waktu yang tepat. Schumacher juga bersyukur bisa menuntaskan balapan meski sempat melebar keluar trek dan hampir menabrak dinding.

"Aku menggunakan ban kering pada waktu yang tepat. Aku punya kesempatan untuk menang dan memutuskan untuk mencobanya. Aku sangat senang bisa meraih kemenangan tanpa ada kecelakaan atau masalah mobil. Itu adalah pertarungan yang terjadi secara langsung. Mobil itu lebih baik ketimbang saat sesi kualifikasi dan aku berterima kasih kepada tim atas hal tersebut," kata Michael Schumacher dilansir Pit Debrief.

"Ketika aku melebar di tikungan Stavelot, aku melewatkan apex dan berbelok terlalu terlambat. Aku beruntung tidak menabrak pembatas. Martin Brundle menyalipku dan aku melihat bannya mengalami blistering, jadi aku memutuskan untuk masuk ke pit guna mengganti ban sesegera mungkin," sambungnya.

Kemenangan perdana Schumacher di Formula 1 menghadirkan catatan penting dalam kariernya. Ia finis pertama di GP Belgia 1992 pada usia 23 tahun 7 bulan 27 hari. Hingga kini, nama Schumacher masih berada di posisi ke-12 dalam daftar pembalap termuda yang memenangi balapan Formula 1.

3. Mobil B192-05 yang menjadi saksi kemenangan Michael Schumacher di GP Belgia 1992 secara resmi dilelang

Kemenangan di GP Belgia 1992 adalah salah satu dari cerita manis Michael Schumacher dan Benetton. Kebersamaan kedua pihak itu berlanjut menjadi kisah yang menghiasi sejarah kejuaraan. Schumacher sukses mempersembahkan dua gelar juara secara beruntun pada 1994 dan 1995.

Kini, salah satu dari potongan masa keemasan Michael Schumacher itu masuk pelelangan. Mobil B192-05 yang menjadi saksi keberhasilan Schumacher naik podium tertinggi di Spa-Francorchamps itu untuk pertama kalinya dijual kepada publik. Mobil dengan warna khas kuning dan hijau itu masuk daftar lelang melalui Broad Arrow Auctions dengan perkiraan harga mencapai lebih dari 8,5 juta euro (sekitar 167,26 miliar rupiah).

Mobil B192-05 bukan sekadar mobil balap. Mobil tersebut menjadi wujud perpaduan antara talenta, insting, dan kejernihan teknis yang berujung kepada performa mengesankan di atas lintasan. Mobil itu pula yang menjadi penanda awal dari era keemasan Schumacher dan Benetton di Formula 1 pada era pertengahan 1990-an.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team