Suasana Sirkuit Spa-Francorchamps tampak ramai pada 30 Agustus 1992. Itu adalah tanggal gelaran Formula 1 GP Belgia 1992. Banyak orang memadati sirkuit tersebut demi menyaksikan aksi pembalap favorit mereka di lintasan.
Embusan angin cukup kencang dan awan putih di langit menjadi latar awal balapan. Michael Schumacher yang menempati posisi start ketiga memulai balapan tanpa kendala. Sementara itu, Nigel Mansell dan Ayrton Senna bersaing memperebutkan posisi terdepan.
Schumacher sempat melorot ke posisi keempat setelah disalip Riccardo Patrese. Tak berselang lama, marshal mengibarkan bendera motif garis merah-kuning. Bendera itu merupakan tanda peringatan bagi pembalap karena trek yang kian basah karena hujan.
Situasi tersebut tak membuat Schumacher gentar. Pada lap 13, Schumacher kembali berada di posisi ketiga setelah menyalip Senna. Ia mempertahankan posisi tersebut hingga lap 29.
Pada lap 30, Schumacher melakukan kesalahan yang membuatnya sempat melebar. Akibatnya, ia turun ke posisi keempat setelah disalip rekan setimnya, Martin Brundle. Selepas itu, Schumacher masuk ke pit untuk melakukan pergantian ban kepada jenis slick menyusul kondisi trek yang makin mengering selepas hujan.
Williams bereaksi atas strategi pergantian ban yang dilakukan Benetton. Mereka meminta Mansell yang memimpin balapan untuk masuk pit guna mengganti ban kepada jenis yang sama pada lap 33. Kondisi tersebut membuat Schumacher memimpin jalannya balapan.
Mansell terus mengejar Schumacher pada fase akhir balapan. Namun, upaya tersebut berakhir antiklimaks karena mesin mobilnya tak bekerja dengan baik. Di sisi lain, Schumacher yang mengemudikan mobil bernomor rangka B192-05 melintasi garis finis sebagai pemenang. Ia mengungguli Mansell dengan jarak 36,595 detik.