Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-10-10 at 12.00.27.jpeg
Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari dan Ketum Gimnastik Indonesia Ita Yuliati dalam konferensi pers persiapan 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship (dok.JAGOC)

Intinya sih...

  • Ita Yuliati Irawan menjelaskan posisi Indonesia sejak awal sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik

  • Gimnastik Indonesia mengajukan pembatalan visa atlet Israel yang sudah ditolak oleh pemerintah Indonesia

  • Federasi Gimnastik Internasional (FIG) mendukung keputusan pemerintah Indonesia yang menolak visa untuk atlet Israel

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati Irawan, bercerita soal proses penolakan visa atlet Israel. Menurutnya, sejak awal Gimnastik Indonesia sudah memberikan peringatan dan menjelaskan kepada seluruh pihak terkait status Israel

Ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah, Ita sempat menjelaskan kepada Federasi Gimnastik Internasional (FIG) terkait posisi Indonesia terhadap Israel. Hingga akhirnya, visa atlet Israel tak dikeluarkan dan gagal mentas dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang rencananya berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta pada 19-25 Oktober 2025 mendatang.

1. Sudah menjelaskan posisi Indonesia sejak awal

Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari dan Ketum Gimnastik Indonesia Ita Yuliati dalam konferensi pers persiapan 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship (dok.JAGOC)

Sejak awal, ditegaskan Itam sudah ada koordinasi dengan FIG terkait negara mana saja yang bisa ditolak masuk ke Indonesia, apalagi tak memiliki hubungan diplomatik, termasuk Israel. Ita menyatakan, sempat meminta FIG memahami posisi Indonesia dan kebijakan itu muncul dari pemerintah, bukan federasi.

"Ketika tahun lalu kami ditunjuk sebagai tuan rumah, World Champions of Artistic Gymnastic yang akan diselenggarakan di Indonesia, sudah menyampaikan kepada FIG posisi Indonesia terhadap negara-negara calon peserta. Terutama, negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik, yaitu Israel,” ujar Ita dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Jakarta pada Jumat (10/10/2025).

Ita menekankan, posisi Gimnastik Indonesia di Kejuaraan Dunia Senam Artistik ini adalah sebagai Local Organizing Committee (LOC) atau panitia pelaksana.

"Seluruh regulasi, sistem registrasi, dan keputusan terkait partisipasi negara peserta yang sempat tidak ada, sepenuhnya dalam kewenangan FIG. Prosesnya sangat fluktuatif, karena dari sejak dikeluarkannya directive dari FIG itu sampai sekarang pun masih ada perubahan-perubahan," kata Ita.

2. Gimnastik Indonesia yang ajukan pembatalan

Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari dan Ketum Gimnastik Indonesia Ita Yuliati dalam konferensi pers persiapan 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship (dok.JAGOC)

Ita menjelaskan soal bagaimana pengajuan visa yang dilakukan oleh pihak Israel untuk bisa masuk ke Indonesia. Namun, Ita menegaskan visa tersebut sudah ditolak oleh pemerintah Indonesia.

"Jadi, visa itu tentu saja sudah ditolak oleh pihak imigrasi. Proses visa ini berdasarkan ketetapan dari pihak Indonesia, imigrasi untuk atlet bahwa setiap atlet itu harus melalui C-8. Mereka sudah mendaftar ke C-8 dan sudah ada,” kata Ita. 

Ita menegaskan, ada peranan Gimnastik Indonesia dalam pembatalan visa wakil Israel. Gimanstik Indonesia sebagai pengelenggara menyadari Israel merupakan salah satu negara yang masuk dalam calling visa di Indonesia.

"Peraturan dari pemerintah adalah bila ada salah satu yang termasuk di dalam calling visa itu, kami sebagai penyelenggara harus bersurat kepada imigrasi bahwa ada dari negara tersebut. Kami sudah menyiapkan itu," kata Ita.

Ita dan Gimnastik Indonesia kemudian bersurat kepada pihak imigrasi untuk menolak permohonan visa atlet-atlet Israel.

"Kami sebetulnya melihat juga situasi, kondisi, dan sebagainya. Akhirnya, setelah kami sampai ke FIG, ini rasanya sudah tidak mungkin dan dari awal kami harus menekankan sebetulnya. Kami bersurat lagi kepada pihak imigrasi untuk dibatalkan. Jadi, memang betul kami sebagai penjamin karena memang itu tertulis dari ketetapan pemerintah," ujar dia.

3. FIG mendukung keputusan Indonesia

Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari dan Ketum Gimnastik Indonesia Ita Yuliati dalam konferensi pers persiapan 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship (dok.JAGOC)

Ita menegaskan, FIG sepenuhnya mendukung keputusan pemerintah Indonesia yang tak mengeluarkan visa untuk atlet Israel. Alhasil, kontingen Israel dipastikan Ita tidak akan hadir untuk tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 mendatang.

"FIG hari ini sudah menyatakan secara official melalui telepon kepada saya pagi ini, mendukung keputusan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia," ujar Ita.

Editorial Team