Pembalap Formula 1 sering mempraktikkan lift and coast dalam sesi kualifikasi. Tindakan itu menciptakan perbedaan kecepatan mobil balap hingga 50 km/jam di ujung lintasan lurus. Situasi itu bisa memicu kecelakaan dalam kecepatan tinggi, seperti di Grand Prix Jepang 2026.
Di Formula 1 Grand Prix Jepang 2026, Oliver Bearman menghadapi perbedaan kecepatan ekstrem dengan Franco Colapinto. Pembalap Inggris itu mengalami kecelakaan karena rentang kecepatan ini. Oleh karena itu, Formula 1 mencari solusi pencegahan masalah keselamatan ini.
Dalam pertemuan teknis mendatang, Formula 1 mempertimbangkan pembaruan regulasi aerodinamika aktif. Dalam konteks itu, tim memakai mode lintasan lurus untuk mengurangi hambatan udara. Teknologi itu memangkas tingkat pengeluaran daya baterai mobil balap.
Kesimpulannya, pembalap Formula 1 menggunakan teknik lift and coast yang sangat populer pada 2026. Akan tetapi, manuver itu memicu perbedaan kecepatan ekstrem. Situasi itu berpotensi mengancam keselamatan pembalap.