Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Markas klub basket Spanyol, Baskonia di Fernando Buesa Arena, Spanyol
Markas klub basket Spanyol, Baskonia di Fernando Buesa Arena, Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Atmosfer magis di Fernando Buesa Arena saat Baskonia menang 102-91 atas Zalgiris.

  • Fernando Buesa Arena bukan sekadar arena basket, tapi juga tempat bersejarah dan pusat kebanggaan bagi pencinta bola basket.

  • Kemenangan bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi pengalaman kolektif yang meninggalkan kenangan abadi bagi tim dan penggemarnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Alava, IDN Times - Angin dingin tujuh derajat menyambut malam di Vitoria-Gasteiz, tapi begitu langkah kaki menapaki Fernando Buesa Arena, semua terasa hangat. Lampu temaram, aroma popcorn, dan deru ribuan fans membentuk atmosfer magis yang hanya bisa dirasakan di markas Saski Baskonia.

Penggawa IDN Times yang dapat kesempatan langka menyaksikan langsung pertandingan Baskonia kontra Zalgiris Kaunas, mendadak lupa dengan terpaan angin yang membuat langkah terasa berat saat di perjalan. Setelah masuk ke arena, semuanya terasa hangat.

Ribuan sorak dan tepuk tangan bergemuruh di setiap sudut tribun. Suara drum berpadu dengan chant penggemar yang setia mendukung tim, menyalakan semangat setiap kali Baskonia mencetak poin.

Kemenangan 102-91 atas Zalgiris di EuroLeague, Jumat (30/1/2026) terasa seperti pesta, bukan sekadar angka di papan skor.

“Ini bukan hanya kemenangan, tapi hadiah untuk kerja keras tim sepanjang pertandingan yang panas hingga detik terakhir,” ujar seorang penggemar sambil tersenyum lebar.

1. Fernando Buesa Arena bagian dari sejarah

Trophy Room Baskonia di Fernando Buesa Arena, Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

Fernando Buesa Arena bukan sekadar arena basket. Setiap sudutnya bercerita. Masuk ke bagian dalam, kita disambut kemegahan arena yang dikenal sebagai salah satu kandang klub terkuat di kompetisi tersebut.

Dari tribun atas, pemandang lapangan seperti panorama. Kursi premium dengan warna kebanggaan Baskonia yang mencolok, memenuhi ruangan. Setiap detailnya membangkitkan kebanggaan pencinta bola basket.

IDN Times sempat menyusuri ruang trofi, di mana semua prestasi Baskonia terpajang: empat gelar Liga ACB, enam King’s Cup, lima Spanish Super Cups. Sebuah catatan sejarah yang mengingatkan tim ini tidak hanya bermain, tapi membangun warisan.

2. Aksi Baskonia dan penggemar yang menjadi bagian dari permainan

Menonton langsung EuroLeague antara Baskonia kontra Zalgiris di Fernando Buesa Arena, Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

Sebelum duel dimulai, tribun sudah penuh sesak. Para penggemar basket dari berbagai usia memadati arena, semuanya berbagi satu tujuan, memberikan dukungan total.

Pekik dan gemuruh tepuk tangan seperti gelombang tanpa henti bersautan di dalam arena. Salah satu yang menarik perhatian adalah sekelompok penggemar yang datang dengan terompet.

Quarter pertama berlangsung ketat. Baskonia sempat tertinggal 19–23, namun sorakan “Baskonia! Baskonia!” terdengar nyaring, seolah memberi energi tambahan bagi para pemain.

Quarter kedua, tim tuan rumah menemukan ritme. Perlahan tapi pasti, gim ini ditutup 46–45 untuk keunggulan tipis Baskonia.

Quarter ketiga menegangkan. Zalgiris memberikan tekanan, tetapi kecerdikan taktik Baskonia membuat mereka unggul 75–71 saat kuarter ketiga usai. Hasil itu membuat arena pecah oleh euforia.

Dan di quarter terakhir, setiap poin Baskonia membuat arena semakin bergetar. Tambahan 27 poin memastikan kemenangan di kandang sendiri dengan skor 102–91.

Kemenangan itu terasa layak diberikan kepada penggemarnya atas usaha yang diberikan sepanjang malam. Semua orang berdiri, berteriak, dan merayakan.

Setiap assist, rebound, dan tembakan tiga angka mendapat sorakan dan tepuk tangan yang menyatu dengan ritme drum. Penonton tidak hanya menonton; mereka menjadi bagian dari permainan.

3. Fernando Buesa Arena bukan hanya markas Kosner Baskonia, tapi pusat emosi, energi, dan kebanggaan

Menonton langsung Liga Basket Eropa antara Baskonia kontra Zalgiris di Fernando Buesa Arena, Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

Begitu buzzer berbunyi, suasana berubah menjadi pesta emosi. Pemain berkumpul di tengah lapangan, saling berpelukan dan tertawa lepas. Banyak yang menatap ke tribune, membalas sorakan ribuan fans yang tetap berdiri, menyanyikan chant favorit mereka.

Seorang pemain kemudian menabuh gendang besar yang dibawa ke tengah arena. Dentuman gendang berpadu dengan tepuk tangan dan sorak penonton, menciptakan ritme yang terasa hingga ke dada setiap penonton. Beberapa fans menepuk pundak teman di sebelahnya, sementara yang lainnya melompat dan menari mengikuti irama.

Suasana semakin intens saat kamera menangkap para pemain tersenyum di lapangan sambil melambaikan tangan ke fans. Sorakan yang terdengar di setiap sudut arena menunjukkan simbol ikatan kuat antara tim dan penggemarnya.

Momen ini menunjukkan satu hal: kemenangan bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi pengalaman kolektif yang meninggalkan kenangan abadi. Fernando Buesa Arena, malam itu, bukan hanya markas Saski Baskonia, tapi pusat emosi, energi, dan kebanggaan yang terasa sampai ke tulang.

Editorial Team