Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Marquez Terima Penalti, Akui Kesalahan Usai Tabrak Diggia di COTA
Marc Marquez pada sesi kualifikasi MotoGP Mandalika. (IDN Times/Linggauni)
  • Marc Marquez menerima long lap penalty setelah menabrak Fabio Di Giannantonio di sprint race MotoGP Amerika Serikat, dan mengakui kesalahannya karena terlalu agresif saat menyalip.
  • Marquez menjelaskan bahwa celah untuk menyalip sangat sempit dan kehilangan kendali akibat selip ban serta tekanan angin, membuat tabrakan dengan Diggia tak terhindarkan.
  • Manajer Tim Pertamina Enduro VR46, Pablo Nieto, mengecam tindakan Marquez yang dianggap memaksakan diri menyalip di ruang sempit dan merugikan pembalap timnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pembalap Ducati, Marc Marquez, menerima hukuman long lap penalty yang diberikan Pengawas Balapan kepadanya. Menurut Marquez, sanksi itu layak diterimanya akibat terlalu ceroboh dan mengakibatkan pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, terjatuh dalam balapan sprint di Circuit of the Americas, dalam MotoGP Amerika Serikat, Minggu dini hari WIB (28/3/2026).

Marquez menyenggol motor Diggia saat lap pertama belum selesai. Ketika hendak menyalip di tikungan 12 COTA, Marquez bersikap agresif hingga akhirnya menyenggol Diggia. Kedua rider sebenarnya sempat melanjutkan balapan. Tapi, Diggia gagal finis karena motornya bermasalah usai tabrakan tersebut.

"Saya bikin kesalahan karena dan menghancurkan balapan sprint pembalap lainnya," ujar Marquez dilansir situs resmi MotoGP.

1. Manuver yang salah perhitungan

Marquez dan Diggia memang sempat terlibat duel sengit. Sebelum kecelakaan, posisi Diggia sempat direbut Marquez. Kemudian, ketika memasuki tikungan tujuh, Diggia kembali melakukan overtaking.

Barulah pada tikungan 12, Marquez mencobanya kembali untuk bisa merebut posisi Diggia. Sayangnya, Marquez salah perhitungan dan membuat Diggia jatuh karena bagian motornya tersenggol.

"Ketika mau melewati tikungan 12 saya tidak memperhitungkan dengan baik, akhirnya terjatuh menyenggol pembalap lainnya. Jadi, saya menerima hukuman yang diberikan," ujar Marquez.

2. Akui susah menghindar

Marquez mengakui celahnya untuk menyalip sangat sempit. Selain itu, ketika hendak menyalip tak ada waktu buatnya menghindar. Ketika rem belakang ditekan, bannya selip dan angin yang datang membuat motornya goyang. Hingga akhirnya, dia mencoba menyeimbangkannya dengan melakukan pengereman ban depan.

Kendali motor akhirnya lepas dari Marquez. Tabrakan tak terhindarkan, meski sempat ngegas lagi, Diggia gagal finis dan Marquez jadi yang paling akhir.

"Sulit melebar, kemudian saya mencoba untuk masuk dan mengarah ke luar trek. Ketika berada di sudut, ada perubahan sedikit dan kehilangan cengkeraman di ban depan. Sialnya, pembalap lain bersinggungan dengan saya. Dia berhak marah, tapi saya tak bermaksud merusak harinya," ujar Marquez.

3. Kena semprot bos Pertamina Enduro VR46

Manajer Tim Pertamina Enduro VR46, Pablo Nieto, mengecam aksi Marquez dalam insiden itu. Nieto kesal ketika melihat Marquez memaksakan untuk menyalip, padahal celahnya sangat sempit.

"Pada akhirnya, ketika melewatkan balapan seperti ini, akibat aksi menyalip tersebut, kami sangat tak setuju. Pada akhirnya, mari lihat keputusan akhir Pengawas Balapan. Saya rasa penting buat menyuarakan, gak bisa aksi ini dilakukan," kata Nieto dilansir Crash.

Editorial Team