Jakarta, IDN Times - Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, mengungkapkan permasalahan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti usai kembali dipasangkan. Karel melihat, performa keduanya terganggu akibat masalah ini dan terbukti tak langsung gacor setelah kembali dipasangkan.
Sampai sekarang, Karel merasa Apriyani/Fadia masih harus menemukan ritmenya kembali sebagai pasangan. Sehingga, pada 2026 nanti mereka bisa start dengan cara yang impresif.
Masalah Apriyani/Fadia Usai Kembali Dipasangkan: Harmoni

Intinya sih...
Meski pernah berpasangan sebelumnya, level harmoni Apriyani/Fadia belum kembali. Ini menjadi hal krusial, karena berkaitan dengan pola permainan di atas lapangan.
Duet Apriyani/Fadia pada periode pertama berlangsung mulus. Namun setelah dipisahkan, performa mereka masih tak stabil di level turnamen yang lebih tinggi.
Nasib Apriyani/Fadia sebagai pasangan masih tanda tanya. Karel bersama asisten pelatih ganda putri Nitya Krishinda Maheswari, mengaku belum punya keputusan pasti soal kelanjutan keduanya.
1. Harmoninya belum kembali
Meski pernah berpasangan sebelumnya, ternyata level harmoni Apriyani/Fadia belum kembali. Ini menjadi hal krusial, karena berkaitan dengan pola permainan di atas lapangan.
"Kalau menurut saya sih memang chemistry mereka yang masih belum. Itu sih yang paling simpel lah," kata Karel ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
2. Tak semulus penyatuan pertama
Duet Apriyani/Fadia pada periode pertama berlangsung mulus. Dimulai dengan debut di SEA Games 2021 dan berhasil meraih medali emas, Apriyani/Fadia terus melonjak naik menjadi pasangan yang menjanjikan hingga meraih perak Kejuaraan Dunia 2023.
Puncaknya, Apriyani/Fadia lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Namun, setelahnya mereka sempat dicerai. Apriyani berpasangan dengan Febi Setianingrum, sementara Fadia dengan Lanny Tria Mayasari dan bermain di ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Setelah kembali diduetkan, Apriyani/Fadia menjalani empat turnamen. Hasil terbaik mereka adalah gelar juara di Indonesia Masters II 2025 yang merupakan ajang level Super 100. Sementara, langkah keduanya masih tak mulus di level turnamen yang lebih tinggi.
3. Akankah dipertahankan?
Kondisi ini membuat nasib Apriyani/Fadia sebagai pasagan masih tanda tanya. Karel bersama asisten pelatih ganda putri Nitya Krishinda Maheswari, mengaku belum punya keputusan pasti soal kelanjutan keduanya.
"Masih saya (bicarakan) sama Nitya, belum (ada keputusan). Nanti mau meeting sama Nitya dulu," kata Karel.