Awal 2026 pembuktian AJ Manas. Gelar MVP di Reyes Cup 2025 bukanlah kebetulan semata. Pemuda berusia 18 tahun ini sudah bertransformasi menjadi idola baru di Manila.
Mengutip laporan dari Matchroom Pool, Manas menunjukkan ketenangan luar biasa saat ia menumbangkan salah satu juara dunia yang disegani, Fedor Gorst. Kemenangannya di hadapan publik sendiri di Gateway Mall, Quezon City, menjadi bukti bahwa tekanan ribuan pasang mata justru menjadi bahan bakar bagi permainannya.
Kehebatan AJ Manas bukan lahir di akademi yang megah, melainkan di gang-gang sempit dan aula biliar di dalam pasat atau di pinggir jalan yang menjamur di seluruh Filipina. Sejarah biliar di negara ini memang unik karena telah menjadi salah satu jalan keluar dari kemiskinan jutaan pemuda sejak diperkenalkan oleh militer Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Melansir VICE, biliar di Filipina bukan sekadar hobi, melainkan instrumen bertahan hidup melalui sistem "money games" atau judi kecil-kecilan yang sangat kompetitif.
Budaya akar rumput ini menciptakan pemain-pemain dengan mental baja. Di tempat-tempat seperti Manila atau Mindanao, anak-anak kecil sudah terbiasa bermain di meja kayu yang tidak rata dengan bola yang sudah aus di tengah cuaca panas yang menyengat. Pengalaman bertaruh untuk uang makan sehari-hari menciptakan tekanan yang jauh lebih menantang daripada turnamen resmi mana pun. Inilah penjelasan paling masuk akal mengapa pemain seperti AJ Manas tetap tenang saat menghadapi juara dunia. Bagi mereka, tekanan di panggung besar hanyalah permainan anak-anak dibandingkan kerasnya kompetisi di sudut-sudut gang atau di dalam pasar Manila.