Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal 4 Pembalap Tangguh yang Jadi Kebanggaan India
Karun Chandhok (twitter.com/karunchandhok)

Formula 1 adalah ajang balap kelas dunia. Pembalap dari macam-macam negara bersaing satu sama lain untuk dapat bertanding di ajang ini.

Negara tersukses dalam menghadirkan pembalap di Formula 1 adalah Inggris. Negara ini mengukir 20 gelar juara dunia pembalap dari 10 pembalap berbeda.

Berbicara tentang negara-negara yang sukses mengirimkan pembalap untuk bertanding di Formula 1, India mungkin salah satu di antaranya. Popularitas mereka di Formula 1 memang kurang tersohor, mengingat negara ini tidak memiliki banyak kenangan di ajang bergengsi ini.

Per artikel ini ditulis, hanya ada dua pembalap India yang berhasil meniti karier di Formula 1. Meski begitu, India punya empat pembalap tangguh yang jadi kebanggaan. Beginilah sosok mereka.

1. Narain Karthikeyan, pembalap Formula 1 pertama dari India

Narain Karthikeyan (twitter.com/narainracing)

Narain Karthikeyan adalah pembalap India pertama yang sukses menembus kancah Formula 1. Pembalap setinggi 1,68 meter ini lahir di Madras, Tamil Nadu, India, pada 14 Januari 1977. Sebelum berkarier di Formula 1, Narain terlebih dahulu beradu kecepatan di Formula Ford, Formula Asia, Formula 3, dan Seri Dunia oleh Nissan.

Narain Karthikeyan memulai debutnya di Formula 1 2005. Jordan merupakan tim pertama yang dibelanya di ajang ini. Akan tetapi, 2005 sejatinya adalah musim terakhir Jordan berada di Formula 1.

Di Formula 1 2005, Jordan terbilang sulit untuk ikut serta dalam perebutan poin. Namun, Jordan sukses membukukan finis ke-4 dan ke-3 pada Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat 2005, mengingat hanya ada tiga tim yang bertanding dalam balapan ini. Pada pekan balap ini, Narain Karthikeyan berhasil finis ke-4, sementara rekan setimnya, Tiago Monteiro, mampu meraih podium ke-3.

Untuk Formula 1 2006, Narain Karthikeyan tidak dikontrak tim mana pun. Akan tetapi, dirinya menjadi pembalap penguji tim Formula 1 Williams selama 2 tahun berikutnya. Pada saat yang bersamaan, dia juga melaju di Grand Prix A1, ajang di mana Narain meraih dua kemenangan yang membanggakan India. Pada 2010, ia berkompetisi di Formula Superleague untuk membela tim PSV Eindhoven.

Pada 2011, Narain Karthikeyan kembali bertanding di Formula 1. Dirinya memutuskan membela HRT dalam kepulangannya yang mengejutkan ini. Namun, performa Narain yang berantakan membuatnya diusir dari HRT pada pertengahan musim 2011, di mana ia digantikan oleh sosok yang kelak menjadi salah satu pembalap paling digemari, Daniel Ricciardo. Syukurnya, Narain diberi kesempatan untuk bertanding di balapan kandangnya, Formula 1 GP India 2011, yang digelar di Sirkuit Internasional Buddh.

Meski diusir dari HRT saat Formula 1 2011 masih berjalan, Narain Karthikeyan nyatanya kembali membalap penuh waktu untuk tim ini pada 2012. Akan tetapi, kali ini ia sering menggunakan suku cadang tua dan selalu mengorbankan waktu latihannya untuk memberi jalan kepada pembalap lain, seperti Dani Clos dan Ma Qing Hua. Bubarnya HRT pada akhir 2012 turut menghanyutkan karier Narain Karthikeyan di Formula 1.

2. Karun Chandhok menjadi pembalap Formula 1 kedua dari India

Karun Chandhok (twitter.com/karunchandhok)

Pembalap kedua dari India yang berhasil menembus kancah Formula 1 adalah Karun Chandhok. Sama seperti Narain Karthikeyan, Karun juga lahir di Madras. Bedanya, pembalap setinggi 1,74 meter ini lahir pada 19 Januari 1984.

Karun Chandhok melaksanakan debutnya di Formula 1 2010. Seragam tim yang dikenakannya pada musim debutnya ini adalah HRT, selayaknya Narain Karthikeyan pada 2011--2012. Sayangnya, Karun dikeluarkan dari HRT setelah Formula 1 GP Inggris 2010 demi membuka jalan bagi Sakon Yamamoto. Padahal, GP Inggris adalah pekan balap ke-10 dari 19 pekan balap Formula 1 2010.

Karun Chandhok tidak hanya semusim di Formula 1. Ia turut serta untuk membela Caterham di Formula 1 2011. Namun, dirinya tidak membalap penuh waktu kali itu. Sepanjang Formula 1 2011, ia hanya melaju pada GP Jerman yang menjadi pekan balap ke-10 dalam kalender Formula 1 2011. Setelah itu, Karun tidak lagi menapakkan kaki di Formula 1.

3. Jehan Daruvala dan Kush Maini adalah harapan India saat ini

Jehan Daruvala (twitter.com/DaruvalaJehan)

India memiliki statistik tersendiri di Formula 1 berkat kombinasi performa Narain Karthikeyan dan Karun Chandhok. Di ajang ini, Narain dan Karun hanya sanggup menghasilkan 5 poin dari 2.780 putaran yang dilumat. Meski statistik ini kurang memuaskan, India pada dasarnya berhasil menjadi bagian dari banyak negara yang pembalapnya ada di Formula 1.

India saat ini menaruh harapan kepada Jehan Daruvala dan Kush Maini. Keduanya digadang-gadang sebagai pembalap India selanjutnya yang akan bertanding di Formula 1. Bagaimana tidak? Jehan dan Kush hanya selangkah lagi untuk berlomba di ajang ini.

Pada 2023, Jehan Daruvala dan Kush Maini bertanding di Formula 2 yang merupakan kejuaraan pendukung Formula 1. Jehan adalah pembalap yang sangat senior di Formula 2 2023, mengingat dirinya debut di ajang ini pada 2020 silam. Sementara itu, Kush merupakan anak baru di Formula 2 2023. Ia adalah lulusan Formula 3.

India adalah salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia. Namun, jumlah populasi ini tidak menjamin ada banyak pembalap India yang melesat di Formula 1. Dengan demikian, para pembalap berkebangsaan India perlu menemukan strategi yang tepat untuk dapat menembus masuk Formula 1.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team