PSSI tunjuk Frank van Kempen jadi pelatih Timnas U-20. (Dok. PSSI)
Di sepak bola, salah satu momen yang lepas dari sorotan dalam triwulan terakhir tahun ini adalah Timnas Indonesia U-20. Setelah gagal total di Piala Asia U-20 pada Februari 2025, Garuda Muda tidak ada kegiatan.
Indra Sjafri juga dibebastugaskan PSSI buntut hasil buruk tersebut. Berselang lima bulan, Timnas U-20 baru memiliki pelatih setelah federasi mendatangkan Frank van Kempen.
Van Kempen dipilih karena punya pengalaman kaya di level kelompok umur. Ia pernah menjadi asisten pelatih Belanda U-20, pelatih kepala Sparta U-19, U-21, hingga NAC Breda U-21. Pengalaman itu cukup menarik sejauh apa Timnas U-20 bisa terbang di bawah arahannya.
Namun ternyata, kerja sama Van Kempen dengan PSSI hanya seusia jagung. Arsitek berusia 53 tahun justru angkat koper dari Indonesia pada Oktober 2025, meski belum melatih Timnas U-20 sekalipun.
Van Kempen mendapati nasib itu buntut PSSI mendepak Patrick Kluivert yang gagal total di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Van Kempen merupakan satu paket bersama Gerald Vanenburg dan Kluivert, karena PSSI ingin membentuk sinergitas dari level kelompok umur ke senior.