Jakarta, IDN Times - Olahraga dan Michael Bambang Hartono adalah dua dunia yang tak berjauhan. Kecintaannya pada olahraga tampak saat dia mendirikan PB Djarum pada 1974 silam.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, Bambang mendirikan PB Djarum. Awalnya, perkumpulan ini merupakan bentuk akomodasi minat para karyawan Djarum akan olahraga bulu tangkis. Tapi, dari situlah, ekspansi Bambang bersama Robert di bulu tangkis dimulai.
Perlahan, PB Djarum menjadi salah satu klub bulu tangkis yang diperhitungkan di Indonesia. Banyak atlet berkualitas internasional yang lahir dari sini, seperti Liem Swie King, Mohammad Ahsan, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Alan Budikusuma, Kevin Sanjaya, dan Marcus Fernaldi Gideon. Sejumlah prestasi di level internasional, termasuk Olimpiade, sukses mereka persembahkan buat Indonesia, yang tentunya hasil binaan PB Djarum.
Sampai saat ini, PB Djarum juga masih konsisten dalam mencari, mengembangkan, dan mengasah talenta-talenta muda bulu tangkis Indonesia. Mereka kerap menggelar Audisi Umum setiap tahun untuk menyaring atlet muda berbakat.
Tidak cuma itu, PB Djarum juga kini memiliki banyak klub mitra di beberapa kota. Hadirnya klub-klub mitra ini menjadi wadah yang lebih luas bagi talenta-talenta bulu tangkis yang tak terserap Audisi Umum.
Berkat PB Djarum, prestasi bulu tangkis Indonesia terangkat, apalagi banyak atlet-atlet lulusan mereka yang menjadi juara di berbagai ajang internasional. Selain itu, PB Djarum jadi wadah bagi anak-anak muda mewujudkan mimpi.
