Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bulu tangkis
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)

Intinya sih...

  • Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine kalah tipis dari unggulan asal Taiwan

  • Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi takluk di hadapan wakil India

  • Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran kalah di tangan pasangan Denmark

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Babak pertama atau 32 besar Indonesia Masters 2026 berakhir pada Selasa (21/1/2026), di Istora Senayan, Jakarta. Pada fase ini, tidak semua wakil Indonesia meraih kemenangan. Ada beberapa wakil Merah Putih yang harus angkat koper lebih awal dari turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut,

Tercatat, ada enam pemain Indonesia yang keok pada babak pertama Indonesia Masters 2026. Enam pemain itu sama-sama berstatus pemain nonunggulan. Kebanyakan dari mereka juga merupakan pemain muda dan pelapis. Berikut daftar lengkapnya.

1. Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine kalah tipis dari unggulan asal Taiwan

Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine menjadi pemain Indonesia pertama yang keok pada babak pertama Indonesia Masters 2026. Ganda putri itu menelan kekalahan tipis dari unggulan keempat asal Taiwan, Hsu Ya Ching/Sung Yu Hsuan. Mereka kalah 3 game dengan skor 21-15, 20-22, dan 14-21 dalam waktu 60 menit. Kekalahan ini memperburuk rekor pertemuan mereka dengan pasangan peringkat 16 dunia tersebut. Kini, mereka semakin tertinggal dengan 0-3.

2. Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi takluk di hadapan wakil India

Pemain Indonesia berikutnya yang langsung keok pada babak pertama Indonesia Masters 2026 adalah Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Ganda putra yang merangkak dari babak kualifikasi itu harus takluk di hadapan pasangan India. Mereka kalah dari Hariharan Amsakarunan/M. R. Arjun 2 game langsung dalam durasi 30 menit dengan skor 19-21 dan 13-21. Ini tercatat sebagai kekalahan pertama pada pertemuan pertama mereka dengan duet berperingkat 46 dunia tersebut.

3. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran kalah di tangan pasangan Denmark

Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran menjadi pemain Indonesia berikutnya yang kalah pada babak pertama Indonesia Masters 2026. Pasangan peringkat 49 dunia itu kalah setelah memberikan perlawanan sengit kepada Mathias Christiansen/Alexandra Boje asal Denmark yang merupakan penghuni peringkat 10 dunia. Mereka kalah dalam duel 3 game yang berlangsung selama 51 menit dengan skor 8-21, 21-15, dan 12-21.

4. Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga kalah dari pasangan Denmark

Selanjutnya, pemain Indonesia yang kalah pada babak pertama Indonesia Masters 2026 adalah Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti dari sektor ganda campuran. Senasib dengan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, mereka kalah dari ganda campuran asal Denmark. Bedanya, mereka kalah dari Jesper Toft/Amalie Magelund yang berstatus unggulan kedelapan. Dalam pertempuran 2 game langsung yang berjalan selama 33 menit, mereka kalah dengan skor 19-21 dan 15-21.

5. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah ditaklukkan pasangan Thailand

Masih dari sektor ganda campuran, pemain Indonesia berikutnya yang keok pada babak pertama Indonesia Masters 2026 adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Duet peringkat 18 dunia ini secara mengejutkan tumbang dari pasangan Thailand yang berada di peringkat 33 dunia. Mereka kalah 3 game dari Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 12-21, 21-15, dan 10-21 dalam waktu 57 menit.

6. Muhammad Yusuf keok dari wakil Taiwan

Indonesia juga kehilangan satu wakil di sektor tunggal putra pada babak pertama Indonesia Masters 2026. Hal itu dipastikan setelah Muhammad Yusuf tumbang dari wakil Taiwan, Wang Po Wei. Tunggal putra muda berstatus debutan itu kalah 2 game langsung dengan skor 11-21 dan 17-21 dalam waktu 41 menit. Meskipun langsung tumbang, capaian ini tidak begitu buruk bagi Yusuf. Sebab, ia belum genap satu tahun bergabung di pelatnas dan ini merupakan turnamen BWF World Tour Super 500 pertamanya.

Sangat disayangkan enam pemain di atas harus tumbang lebih awal di hadapan publik sendiri. Meski demikian, kegagalan ini tidak serta-merta menutup peluang Indonesia untuk meraih hasil positif di Indonesia Masters 2026. Masih ada wakil-wakil lain yang melanjutkan perjuangan dan diharapkan mampu menjaga asa tuan rumah untuk melangkah jauh di turnamen ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team