Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Fernando Torres di Liverpool (uefa.com)
potret Fernando Torres di Liverpool (uefa.com)

Intinya sih...

  • Mario Balotelli didatangkan Liverpool dari AC Milan pada musim panas 2014 dengan nilai transfer sekitar 16 juta euro atau setara Rp310 miliar.

  • Alberto Aquilani bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2009 setelah dibeli dari AS Roma dengan nilai transfer sekitar 17 juta euro atau setara Rp330 miliar.

  • Fabio Borini direkrut Liverpool pada musim panas 2012 dari AS Roma dengan nilai transfer sekitar 10,5 juta euro atau setara Rp200 miliar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Liverpool dan AC Milan adalah dua klub besar Eropa dengan sejarah panjang serta segudang prestasi, termasuk rivalitas mereka di Liga Champions yang melahirkan laga-laga ikonik seperti final 2005 dan 2007. Meski identik sebagai lawan di pentas Eropa, ada sejumlah pemain yang justru pernah merasakan pengalaman memperkuat keduanya dalam perjalanan karier mereka. Hal ini menjadi catatan menarik, sebab tidak banyak pemain yang memiliki kesempatan membela dua klub dengan tradisi sepak bola yang begitu kuat.

Kehadiran para pemain ini memiliki cerita berbeda-beda, ada yang tampil gemilang bersama salah satu klub, ada pula yang justru gagal menunjukkan performa terbaiknya. Meski demikian, nama-nama mereka tetap tercatat dalam sejarah, baik bagi para pendukung Liverpool maupun Milan. Dari striker flamboyan hingga gelandang kreatif, berikut adalah deretan pemain yang pernah berseragam The Reds dan Rossoneri.

1. Mario Balotelli

potret Mario Balotelli di Liverpool (skysports.com)

Mario Balotelli didatangkan Liverpool dari AC Milan pada musim panas 2014 dengan nilai transfer sekitar 16 juta euro atau setara Rp310 miliar. The Reds saat itu berharap ia bisa menjadi pengganti Luis Suárez yang baru saja hengkang ke Barcelona. Namun, perjalanan Balotelli di Anfield tidak sesuai ekspektasi. Ia kesulitan beradaptasi dengan gaya main Brendan Rodgers dan hanya mencetak 4 gol dalam 28 penampilan di semua kompetisi, termasuk hanya 1 gol di Premier League.

Setelah semusim mengecewakan, Balotelli kembali ke AC Milan pada 2015 dengan status pinjaman selama satu musim. Di San Siro, ia juga gagal menemukan kembali performa terbaiknya akibat masalah cedera dan inkonsistensi. Meski demikian, Balotelli tetap dikenang sebagai salah satu pemain flamboyan yang kariernya penuh kontroversi, dengan jejak unik karena pernah berseragam dua klub besar Eropa: Liverpool dan AC Milan.

2. Alberto Aquilani

potret Alberto Aquilani di AC Milan (skysports.com)

Alberto Aquilani bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2009 setelah dibeli dari AS Roma dengan nilai transfer sekitar 17 juta euro atau setara Rp330 miliar. Ia diproyeksikan sebagai pengganti Xabi Alonso yang hengkang ke Real Madrid. Namun, Aquilani datang ke Anfield dengan kondisi cedera sehingga butuh waktu lama untuk beradaptasi. Selama membela Liverpool, ia hanya mencatat 28 penampilan dengan 2 gol di semua kompetisi. Meski memiliki teknik mumpuni, Aquilani kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya di Premier League.

Kariernya di Liverpool tak berlangsung lama. Pada 2010, ia dipinjamkan ke Juventus sebelum akhirnya kembali ke Italia bersama AC Milan pada musim 2011/12 dengan status pinjaman. Bersama Rossoneri, Aquilani tampil lebih konsisten dengan mencatat 31 penampilan dan 1 gol di semua ajang. Meski tidak menjadi sosok kunci, ia tetap memberi kontribusi di lini tengah Milan. Aquilani dikenang sebagai salah satu pemain Italia berbakat yang pernah merasakan atmosfer dua klub besar Eropa, Liverpool dan AC Milan, meski tanpa benar-benar mencapai puncak performa.

3. Fabio Borini

potret Fabio Borini di AC Milan (90min.com)

Fabio Borini direkrut Liverpool pada musim panas 2012 dari AS Roma dengan nilai transfer sekitar 10,5 juta euro atau setara Rp200 miliar. Ia merupakan salah satu rekrutan pertama Brendan Rodgers yang pernah melatihnya di Swansea City. Namun, karier Borini di Anfield tidak berjalan mulus. Cedera dan persaingan ketat di lini depan membuatnya sulit mendapat tempat utama. Selama membela Liverpool, Borini hanya mencatat 38 penampilan dengan 3 gol di semua kompetisi, dan lebih sering tampil sebagai pemain pelapis.

Setelah sempat dipinjamkan ke Sunderland, Borini akhirnya dilepas permanen pada 2015. Kariernya berlanjut di Inggris sebelum akhirnya kembali ke Italia bersama AC Milan pada musim 2017/18. Di San Siro, ia tampil cukup reguler sebagai pemain serbaguna, bisa dimainkan sebagai winger maupun fullback. Borini mencatat 75 penampilan dengan 8 gol bersama Rossoneri sebelum hengkang pada 2020. Meski tidak mencapai status bintang, Borini tetap dikenang sebagai pemain pekerja keras yang sempat memperkuat dua klub besar, Liverpool dan AC Milan.

4. Gabriel Paletta

potret Gabriel Paletta di AC Milan (goal.com)

Gabriel Paletta didatangkan Liverpool pada tahun 2006 dari klub Argentina, Banfield, dengan nilai transfer sekitar 2 juta euro atau setara Rp38 miliar. Saat itu, ia digadang-gadang sebagai bek masa depan The Reds karena tampil impresif di Liga Argentina. Namun, kariernya di Anfield tidak berjalan sesuai harapan. Paletta hanya tampil dalam 8 pertandingan resmi sepanjang musim 2006/07, kebanyakan di kompetisi piala domestik, sebelum akhirnya dilepas kembali ke Argentina karena kesulitan beradaptasi dengan intensitas Premier League.

Setelah sempat memperkuat Boca Juniors dan Parma, Paletta bergabung dengan AC Milan pada Januari 2015. Bersama Rossoneri, ia mendapat kesempatan bermain lebih banyak dan tampil dalam 74 pertandingan dengan 5 gol hingga 2018. Meski tidak menjadi bek papan atas, Paletta tetap memberikan kontribusi solid di lini pertahanan Milan. Dengan demikian, ia menjadi salah satu dari sedikit pemain asal Argentina yang pernah mengenakan seragam Liverpool sekaligus AC Milan, meskipun kariernya lebih dikenal di Serie A ketimbang Premier League.

5. Fernando Torres

potret Fernando Torres di Liverpool (uefa.com)

Fernando Torres menjadi ikon Liverpool setelah didatangkan dari Atlético Madrid pada musim panas 2007 dengan nilai transfer sekitar 20 juta euro atau setara Rp387 miliar. Bersama The Reds, El Niño langsung menjelma sebagai striker menakutkan di Premier League. Pada musim debutnya, ia mencetak 24 gol di liga dan total 81 gol dari 142 penampilan selama empat musim. Torres dikenal dengan kecepatannya, ketajaman di kotak penalti, serta kemampuannya mencetak gol-gol krusial. Meski gagal meraih trofi besar di Anfield, namanya tetap melekat sebagai salah satu striker terbaik yang pernah membela Liverpool.

Setelah pindah ke Chelsea dan sempat meraih gelar Liga Champions, Torres akhirnya bergabung ke AC Milan pada musim panas 2014 dengan status pinjaman. Namun, kariernya di San Siro tidak berjalan mulus. Ia hanya tampil 10 kali dan mencetak 1 gol sebelum kembali ke Atlético Madrid pada awal 2015. Meski singkat, pengalamannya di Milan menambah catatan perjalanan kariernya di klub-klub besar Eropa. Torres pun tercatat dalam sejarah sebagai salah satu penyerang top yang pernah berseragam Liverpool dan AC Milan, meski dengan kisah sukses yang berbeda di masing-masing klub.

6. Djibril Cisse

Djibril Cisse (skysports.com)

Djibril Cissé direkrut Liverpool dari Auxerre pada musim panas 2004 dengan nilai transfer sekitar 14 juta euro atau setara Rp270 miliar, menjadikannya salah satu pembelian termahal klub saat itu. Meski awalnya digadang-gadang menjadi bomber utama, karier Cissé di Anfield sempat terganggu cedera patah kaki parah pada musim perdananya. Namun, ia berhasil bangkit dan turut berperan dalam kemenangan bersejarah Liverpool di final Liga Champions 2005 melawan AC Milan, di mana ia ikut menyumbang gol pada adu penalti. Selama berseragam The Reds, Cissé mencatat 79 penampilan dan 24 gol, serta membantu tim meraih trofi Liga Champions 2005 dan FA Cup 2006.

Selepas meninggalkan Liverpool pada 2006, Cissé berkelana ke berbagai klub sebelum akhirnya dipinjamkan ke AC Milan pada musim 2005/06 (saat masih berstatus pemain Liverpool). Sayangnya, kontribusinya di San Siro sangat minim. Ia hanya tampil dalam beberapa pertandingan tanpa gol berarti, sehingga namanya kurang berbekas di Milan. Meski begitu, Cissé tetap tercatat dalam sejarah sebagai pemain yang pernah membela dua klub besar Eropa tersebut, terutama dikenang karena perannya dalam malam ajaib “Istanbul 2005” ketika Liverpool menaklukkan AC Milan.

Itulah 6 pemain yang pernah memperkuat Liverpool dan AC Milan. Meski perjalanan karier mereka di Liverpool dan AC Milan memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda-beda, keenam pemain ini menjadi bagian dari jembatan sejarah unik antara dua klub raksasa Eropa. Ada yang dikenang karena kontribusinya membawa trofi, ada pula yang sekadar singgah sebentar tanpa jejak mendalam. Namun, kisah mereka tetap menambah warna dalam catatan persinggungan panjang antara Liverpool dan AC Milan di kancah sepak bola dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team