Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Singapura di semifinal SEA Games 2025
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Singapura di semifinal SEA Games 2025 (dok.PP PBSI)

Intinya sih...

  • Antonius mengakui ada persoalan yang terlihat jelas ketika Leo/Bagas tampil di pertandingan. Masalah tersebut bukan bersifat personal, melainkan berkaitan dengan kecocokan permainan di lapangan.

  • Kondisi Leo/Bagas perlu dievaluasi secara mendalam. Ganda putra Indonesia akan menghadapi agenda besar pada 2026, seperti Asian Games 2026, sekaligus mulai mengamankan poin menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.

  • Anton menegaskan, turunnya performa Leo/Bagas tidak disebabkan kejenuhan bermain bersama.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatih ganda putra utama PBSI Antonius Budi Ariantho membuka peluang perombakan pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Opsi ini mencuat menyusul performa Leo/Bagas yang dinilai belum kembali stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Padahal, pasangan ini sempat menunjukkan potensi besar saat merebut gelar Korea Open 2024 sebagai duet baru. Sepanjang 2025, pencapaian terbaik Leo/Bagas adalah menjadi runner-up Super 1000 All England. Namun, grafik performa mereka setelah itu cenderung menurun.

1. Chemistry di lapangan dinilai belum klik

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur (IDN Times/Margith Damanik)

Antonius mengakui ada persoalan yang terlihat jelas ketika Leo/Bagas tampil di pertandingan. Masalah tersebut bukan bersifat personal, melainkan berkaitan dengan kecocokan permainan di lapangan.

“Kalau saya lihat, mungkin setelah final All England, Swiss, setelah itu udah turun-turun terus,” kata Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung.

“Saya gak tahu secara non-teknisnya bagaimana, ya. Itu mungkin chemistry-nya agak, sama Bagas mungkin agak sedikit berbeda chemistrynya. Di lapangannya lho ya, di luar maksudnya baik-baik saja,” sambung dia.

2. Evaluasi menyeluruh, opsi perombakan terbuka

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (https://pbsi.id)

Menurut Anton, kondisi Leo/Bagas perlu dievaluasi secara mendalam. Apalagi, ganda putra Indonesia akan menghadapi agenda besar pada 2026, seperti Asian Games 2026, sekaligus mulai mengamankan poin menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.

Ia menegaskan, perombakan pasangan bisa menjadi salah satu opsi jika performa tak kunjung membaik. Meski begitu, tim pelatih masih memberi kesempatan bagi Leo/Bagas untuk memperbaiki permainan.

“Ya saya rasa sih ya, perlu diperbaiki lah ya. Perlu dilihat lagi. Tetap kita akan evaluasi terus, kira-kira bisa nyampe enggak, ya kan, 2026 kan juga kita harus jaga-jaga dong,” kata Anton.

“Yang pasti seperti itu (dirombak) lah. Tapi kan kita usaha dulu nih, ya kan. Usaha dulu diperbaiki. Tapi kan ada targetnya dong,” sambung dia.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Singapura di semifinal SEA Games 2025 (dok.PP PBSI)

Anton menegaskan, turunnya performa Leo/Bagas tidak disebabkan kejenuhan bermain bersama. Ia menilai keduanya sudah cukup berpengalaman untuk mengelola aspek mental tersebut.

“Kalau jenuh sih saya rasa enggak ya. Karena itu udah pengalaman lah, sudah di pemainnya kan, sudah lama juga kan,” kata Anton.

“Cuma ya itu sedikit chemistrynya nggak tahu. Seperti di lapangannya ya, kayak mainnya itu nggak nyambung,” sambung dia.

Evaluasi terhadap Leo/Bagas akan terus dilakukan dalam waktu dekat. PBSI menargetkan pasangan terbaik dan paling siap menghadapi persaingan ketat ganda putra dunia pada siklus turnamen besar mendatang.

Editorial Team