Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Raih Perunggu di Kejuaraan Asia 2026, Veddriq Leonardo Evaluasi Performa
Atlet speed putra Indonesia, Veddriq Leonardo (IDN Times/Margith Damanik)
  • Veddriq Leonardo meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia 2026 di China, meski masih dalam proses pemulihan cedera jari dan kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih.
  • Ia menilai persaingan panjat tebing Asia kini makin ketat dengan munculnya kekuatan baru seperti Iran, selain negara kuat seperti China, Kazakhstan, Korea, dan Jepang.
  • Keberhasilan di Kejuaraan Asia membuat Veddriq kembali percaya diri setelah sempat menurun performanya pasca Olimpiade Paris 2024 dan menjadikannya bahan evaluasi menuju kompetisi berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2024

Veddriq Leonardo meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, namun setelah itu performanya sempat menurun dan gagal naik podium di beberapa turnamen.

Kejuaraan Asia 2026

Veddriq Leonardo berlaga di World Climbing Asian Championship 2026 di China dan berhasil membawa pulang medali perunggu.

17 April 2026

Saat ditemui di Pelatnas Panjat Tebing Bekasi, Veddriq mengevaluasi penampilannya usai Kejuaraan Asia dan menjelaskan kondisinya yang masih dalam pemulihan cedera jari.

kini

Veddriq merasa lebih percaya diri menghadapi kompetisi mendatang meski persaingan di level Asia semakin ketat dengan munculnya negara-negara baru seperti Iran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Veddriq Leonardo meraih medali perunggu dalam ajang World Climbing Asian Championship 2026 dan melakukan evaluasi terhadap performanya setelah kembali berlaga di level internasional.
  • Who?
    Pemanjat speed putra Indonesia, Veddriq Leonardo, yang sebelumnya sempat absen karena cedera jari dan kini kembali tampil di kompetisi Asia.
  • Where?
    Kejuaraan berlangsung di China, sementara pernyataan Veddriq disampaikan di Pelatnas Panjat Tebing, Bekasi.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 17 April 2026, setelah Kejuaraan Asia 2026 selesai digelar beberapa waktu sebelumnya.
  • Why?
    Veddriq ingin mengevaluasi penampilannya untuk mengetahui kekuatan tim serta mempersiapkan diri menghadapi seri kompetisi berikutnya setelah masa pemulihan cedera.
  • How?
    Ia menilai performanya sudah cukup optimal meski belum maksimal karena kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih dan persaingan antarnegara di Asia semakin ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Veddriq itu orang Indonesia yang jago panjat cepat. Dia ikut lomba di China dan dapat medali perunggu. Katanya dia masih sembuh dari cedera jari, jadi belum kuat banget. Tapi dia senang bisa ikut lagi di lomba besar. Sekarang banyak lawan baru dari negara lain, tapi Veddriq jadi lebih semangat dan percaya diri lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan Veddriq Leonardo meraih perunggu di Kejuaraan Asia 2026 menunjukkan semangat pantang menyerah dan kemampuannya bangkit setelah masa pemulihan cedera. Meskipun belum sepenuhnya pulih, ia mampu bersaing di level internasional dan menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk mengevaluasi diri serta menumbuhkan kembali rasa percaya diri dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemanjat speed putra Indonesia, Veddriq Leonardo, mengevaluasi penampilannya usai mentas di World Climbing Asian Championship (Kejuaraan Asia) 2026. Veddriq pulang membawa medali perunggu dari ajang yang berlangsung di China tersebut.

Veddriq menyadari performanya belum sepenuhnya kembali. Namun, kejuaraan ini menjadi ajang kembalinya Veddriq ke level internasional. 

"Kalau buat Asian Championship kemarin sih, overall menurut saya sudah optimal ya. Karena memang kondisi masih dalam proses pemulihan cedera jari dan memang kemarin waktu berangkat kondisi kesehatan agak sedikit menurun," kata Veddriq saat ditemui di Pelatnas Panjat Tebing, Bekasi, Jumat (17/4/2026). 

1. Soal persaingan di level Asia

Tim speed putra Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi dan Veddriq Leonardo saat menjalani babak kualifikasi Kejuaraan Asia 2026. (Dok. FPTI)

Menurut Veddriq, peta persaingan di kawasan Asia kini mengalami perubahan signifikan. Negara-negara yang sebelumnya dominan masih kuat, namun kini mulai muncul kekuatan baru yang menambah ketatnya kompetisi.

"Sebenarnya masih itu-itu saja (musuhnya). Seperti China, Kazakhstan, Korea, lalu tambah Jepang. Sekarang juga ada kejutan dari negara-negara seperti Iran, ya sudah ramai (persaingannya) sekarang," kata Veddriq. 

2. Evaluasi usai Kejuaraan Asia

Atlet speed putra Indonesia, Veddriq Leonardo (IDN Times/Margith Damanik)

Meski belum tampil maksimal, Veddriq melihat kejuaraan ini sebagai bahan evaluasi penting menuju kompetisi selanjutnya. Veddriq mengaku saat ini masih meraba-raba kekuatan lawannya di lapangan.

"Kalau evaluasi kemarin sih kelihatan masih kasar, lebih ke persaingan sama catatan waktu ya, kayak kompetitor yang bakal ketemu nanti di seri-seri berikutnya. Tapi kalau performa kita masih ya meraba-raba lah gitu. Jadi kita kayak lebih sadar dengan kemampuan tim kita sekarang kuatnya di mana, dan kondisinya seperti apa," kata Veddriq.

3. Jadi semakin percaya diri

Veddriq Leonardo di podium speed putra Kejuaraan Panjat Tebing Asia (World Climbing Asia Championship Meishan) 2026 (dok.FPTI)

Usai memenangkan medali emas dari Olimpiade 2024 Paris, nama Veddriq sempat meredup. Beberapa kali berlaga di sederet turnamen, Veddriq gagal meraih podium.

Oleh sebab itu, podium dan perunggu Kejuaraan Asia 2026 beberapa waktu lalu bermakna besar. Sebab, Veddriq merasa mulai semakin percaya diri untuk tampil di lapangan.

“Yang pasti sih kayak saya lebih percaya diri lagi. Walaupun memang banyak tantangan, ya, banyak hal yang terjadi sebelum event itu. Ya, saya masih di speed climbing, salah satu yang andalan Indonesia. Jadi kayak, ya sudah, masih bisa buat bersaing dan siap kapan pun kalau disuruh bertanding,” kata Veddriq.

Editorial Team