Jakarta, IDN Times - Ratu bulu tangkis Eropa asap Spanyol, Carolina Marin, resmi memutuskan gantung raket. Kabari ini disampaikan Marin dalam akun X-nya, @CarolinaMarin.
“Perjalanan saya berakhir di sini. Terima kasih kepada kalian semua, karena kalian juga telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Di babak baru ini, saya akan membawa nilai-nilai yang telah membimbing saya sejauh ini, dan saya akan berusaha mengembalikan kepada masyarakat semua yang telah diberikannya kepada saya selama bertahun-tahun. Ini adalah sebuah perjalanan yang luar biasa,” ujar Marin dalam cuitannya, Kamis (26/3/2026) malam WIB.
Tunggal putri Spanyol itu terakhir kali tampak berlaga di lapangan saat tampil di Olimpiade 2024 Paris. Dalam laga semifinal, Marin kalah dan mengalami cedera lutut serius. Kala itu, Marin kalah 14-21, 6-10 dari wakil China, He Bing Jiao.
Sejak saat itu, Marin belum comeback ke lapangan bulu tangkis. Namun, kiprahnya di dunia tepok bulu bukan baru terjadi kemarin. Salah satu capaian terbaiknya adalah medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Marin juga sudah memenangkan tiga medali emas dan satu perak dalam ajang Kejuaraan Dunia sepanjang kariernya. Selain itu, sebanyak tujuh medali emas dari Kejuaraan Eropa juga sudah pernah dikantongi Marin.
Dalam ajang BWF World Tour, Marin memenangkan total 10 gelar dengan 12 status runner-up, serta enam gelar BWF Superseries dan empat status runner up.
Keputusan pensiun Marin menjadi tanda berakhirnya sebuah era dalam tunggal putri dunia. Setelah Marin, belum ada tunggal putri Spanyol yang berhasil menjadi ratu bulu tangkis hingga saat ini.
