Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rudy Gobert Bukan Sekadar Paint Protector di NBA, Ini Alasannya
Rudy Gobert (nba.com)

Para penikmat NBA pasti tidak asing dengan nama Rudy Gobert. Pemain berkebangsaan Prancis tersebut merupakan paint protector elite di NBA saat ini.

Pada 2021/2022 ini, untuk ketiga kalinya, Rudy Gobert kembali masuk NBA All-Star. Sepanjang kariernya, center andalan Utah Jazz itu juga pernah meraih gelar Defensive Player of the Year (DPOY) sebanyak tiga kali.

1. Paint protector elite di NBA

Rudy Gobert (nba.com)

Rudy Gobert merupakan paint protector terbaik yang masih aktif bermain di NBA. Tiga gelar Defensive Player of the Year sudah membuktikan kualitasnya sebagai pelindung area cat.

Gobert bahkan hanya berselisih satu gelar DPOY dengan pemain legendaris sekelas Dikembe Mutombo. Melihat umurnya yang masih 29 tahun, besar kemungkinan dia akan menjadi pemain dengan gelar DPOY terbanyak dalam sejarah NBA.

2. Utah Jazz bukan tim bertahan terbaik pada 2021/2022

Rudy Gobert (nba.com)

Menggunakan variabel net rating, Utah Jazz sampai pertengahan musim 2021/2022 sebenarnya merupakan tim terbaik kedua di NBA. Namun, dengan adanya paint protector terbaik NBA saat ini, Jazz malah jadi tim bertahan terbaik ke-10, di bawah tim yang sedang mencari draft pick, Oklahoma City Thunder.

Jazz belum memperlihatkan performa bertahan impresif di area kekuasaan Gobert, yaitu area 6 kaki. Defensive field goal percentage (DFG%) Jazz hanya berada di peringkat sebelas. Padahal, pada musim sebelumnya, saat Gobert meraih gelar DPOY, DFG% 6 kaki Jazz berada di peringkat dua.

3. Faktor pendukung utama tingginya net rating Utah Jazz musim ini

Performa serangan merupakan faktor pendukung tingginya net rating Jazz musim ini. Sampai pertengahan musim, efisiensi serangan mereka berada di peringkat satu. Bagi Jazz, performa serangan saat ini merupakan yang tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Tidak mengejutkan apabila Jazz berada di peringkat satu dalam hal serangan. Jazz merupakan tim dengan effective field goal percentage (EFG%) yang tinggi, yang kebetulan menjadi faktor kemenangan tertinggi dalam permainan bola basket.

4. Raja di area dua poin

Rudy Gobert (nba.com)

Area dua poin merupakan kontributor tingginya EFG% Utah Jazz pada 2021/2022 ini. Meskipun hanya menjadi eksekutor kedua di area dua poin, efisiensi Rudy Gobert lebih tinggi dibanding eksekutor Jazz lainnya, Donovan Mitchell.

Di antara pemain dengan minimal tujuh percobaan tembakan dua poin, efisiensi dua poin Gobert merupakan yang terbaik. Inilah yang membuatnya berharga.

5. Kontributor pick and roll man

Skema pick and roll man merupakan skema favorit Rudy Gobert dalam mencetak poin di area dua poin. Salah satunya dibuka dengan play horn.

Ball handler akan mengoper kepada Joe Ingles, lalu diteruskan dengan fake hand off ke area sudut yang bertujuan membuka ruang bagi Ingles untuk bermain two man game bersama Gobert. Ketika ruang sudah terbuka, Gobert dan Ingles akan memainkan pick and roll.

6. Peran tersembunyi Rudy Gobert

Rudy Gobert (nba.com)

Dengan memiliki tiga gelar DPOY, Rudy Gobert identik dengan paint protector. Namun, jika dilihat lebih dalam, dia telah berkembang menjadi scoring paint protector. Gobert merupakan kontributor utama Jazz di area dua poin dan raja dua poin di NBA saat ini.

Menariknya, pelatih Jazz memanfaatkan Gobert bukan dengan post-up, melainkan dengan pick and roll. Permainan yang ditunjukkan Gobert musim ini seharusnya dapat menjadi contoh bagi pemain tinggi di Indonesia. Jangan hanya mau dikembangkan menjadi tembok di area 0—8 kaki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team