Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alwi Farhan jaga asa tunggal putra Indonesia di semifinal Indonesia Masters 2026
Alwi Farhan jaga asa tunggal putra Indonesia di semifinal Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Intinya sih...

  • Para pemain muda menjadi sorotan utama sepanjang Indonesia Masters 2026.

  • Alwi menyadari, para pemain muda sepertinya masih butuh lebih banyak jam terbang di sejumlah turnamen.

  • Alwi memiliki berbagai pengalaman dari berbagai turnamen yang digunakan sebagai bekalnya untuk menjadi atlet yang lebih matang, mulai dari gelar Kejuaraan Dunia Junior 2023 hingga medali emas SEA Games 2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Giliran atlet muda mentas di panggung puncak Indonesia Masters 2026. Setidaknya, itu yang terjadi untuk wakil Indonesia di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (25/1/2026).

Skuad Garuda hanya meloloskan dua wakil untuk berlaga di final, yakni Alwi Farhan (tunggal putra) dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (ganda putra). Bagi Alwi, ini menjadi pertanda jelas bagaimana atlet Gen Z siap unjuk gigi.

1. Gen Z siap unjuk gigi

Alwi Farhan mengunci tiket ke perempat final Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Para pemain muda menjadi sorotan utama sepanjang Indonesia Masters 2026. Bahkan, dua wakil Gen Z akan berlaga di final tunggal putra. Alwi meyakini, ini menjadi titik awal pendobrakan para pemain muda terutama di tunggal putra.

"Bisa dibilang iya (waktunya atlet muda) dong kalau hasilnya seperti ini. Kalau slogan saya itu 'Gen Z siap unjuk gigi'. Jadi saya pribadi, karena tidak tahu, mungkin bersama teman-teman yang ada di Pelatnas, yang seumuran, ya pastinya ingin berada di level atas cepatnya," kata Alwi dalam konferensi pers usai laga semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

2. Butuh lebih banyak jam terbang

Alwi Farhan jaga asa tunggal putra Indonesia di semifinal Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Alwi menyadari, para pemain muda sepertinya masih butuh lebih banyak jam terbang di sejumlah turnamen. Namun, Alwi meyakini hal itu akan datang seiring dengan kesempatan yang diberikan pada mereka untuk bertanding.

"Memang tidak bisa dipungkiri, butuh pengalaman, jam terbang, merasakan atmosfer yang berbeda-beda, bertemu pemain dari segala ranking, tidak bisa menyepelekan, bertemu dengan kondisi lapangan. Itu semua berjalan dengan adanya waktu," kata Alwi.

3. Bekal banyak pengalaman

Alwi Farhan jaga asa tunggal putra Indonesia di semifinal Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Alwi menyadari, selama selama berkarier juga menjalani berbagai turnamen yang digunakan sebagai bekalnya untuk menjadi atlet yang lebih matang. Mulai dari gelar Kejuaraan Dunia Junior 2023 hingga medali emas SEA Games 2025.

"Saya juga berada di sini juga karena tahun lalu merasakan banyak sekali turnamen yang diikuti, begitu kaya pengalaman yang didapat. Saya menggunakan pengalaman itu sebaik mungkin, sehingga bisa kontrol atas diri untuk bermain di Istora," kata atlet berusia 20 tahun tersebut.

Editorial Team