Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SabarReza8_R32_MalaysiaOpen2026_PBSI_20260107.jpg
Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani memetik kemenangan pertama di Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)

Intinya sih...

  • Sabar/Reza menyambut baik aturan time clock 25 detik karena membuat laga lebih efisien tanpa buang-buang waktu.

  • Bagas/Leo merasa kagok dengan aturan baru ini dan masih bingung, sehingga terasa seperti buru-buru saat servis.

  • Fajar/Fikri merasa aturan ini tidak terlalu berdampak pada mereka, namun bisa mempengaruhi nomor lain seperti ganda putri.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indonesia Masters 2026 mengadopsi aturan baru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), yakni time clock 25 detik. Para wakil Merah Putih pun memiliki pendapat berbeda soal aturan baru ini.

Uji coba aturan tersebut sudah diterapkan BWF di sejumlah turnamen dan akan diberlakukan di Indonesia Masters 2026.

Aturan ini mewajibkan pemain segera melakukan servis setelah reli berakhir. Seperti apa kata pemain soal aturan ini?

1. Sabar/Reza sebut laga jadi lebih efisien

Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani memetik kemenangan pertama di Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)

Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi menyambut baik adanya aturan baru ini. Menurut Sabar/Reza, adanya aturan ini membuat laga berjalan lebih efisien, tanpa adanya buang-buang waktu.

"Ya tidak ada masalah sih, memang jadi lebih efisien saja ya (pertandingannya)," ujar Sabar saat ditemui awak media di Istora, Selasa (20/1/2026).

2. Bagas/Leo masih kagok dengan aturan baru ini

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan kemenangan tim beregu putra Indonesia atas Singapura di semifinal SEA Games 2025 (dok.PP PBSI)

Berbeda dengan Sabar/Reza, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando memiliki pendapat berbeda soal aturan ini. Mereka masih bingung dengan aturan baru ini, sehingga semua terasa kagok.

"Iya rada aneh sih. Jadi kayak buru-buru, siap enggak sih? Gitu. Tapi saya juga belum tahu sih peraturan itu, seperti apa rules-nya. Kita soalnya masih kagok, mau servis apa enggak nih. Jadi kita kayak tunggu-tungguan aja,” ujar Leo.

3. Fajar/Fikri tak ambil pusing

Fajar Alfian dan Shohibul Fikri Tampil di Indonesia Master 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Sementara, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri merasa aturan ini tidak terlalu mereka rasakan dampaknya. Namun, Fajar/Fikri menyebut efeknya bisa saja terasa di nomor selain ganda putra.

“Mungkin di ganda putra ini (tempo permainannya di Indonesia Masters 2026) cepat ya. Jadi memang nggak sampai 25 detik sudah siap lagi. Kecuali sektor lain, ganda putri misalnya yang sampai 200 pukulan,” kata Fajar.

Editorial Team