Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-09-21 at 21.36.16.jpeg
Para pemain Taqi Arena di Polytron Superliga Junior 2025. (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Taqi Arena muncul sebagai klub bulu tangkis baru yang menonjol di Bandung.

  • Klub ini berhasil meloloskan tim ke final kategori putra dan putri U-13, serta kategori putra U-15 dalam Polyton Superliga Junior 2025.

  • Proses pembinaan atlet dilakukan melalui audisi terbuka, event mabar, dan seleksi pemain yang memenuhi standar klub.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jika bicara klub bulu tangkis di Bandung, tentu tak akan lepas dari nama SGS PLN. Maklum, banyak bintang lahir dari klub ini. Namun sekarang, ada satu klub yang harus diperhitungkan, yakni Taqi Arena.

Pada Polyton Superliga Junior 2025, Taqi Arena mencuat karena berhasil meloloskan tim ke final kategori putra dan putri U-13, serta kategori putra U-15. L

Seperti apa kekuatan Taqi Arena, dan bagaimana proses pembinaan yang mereka lakukan? IDN Times berkesempatan mewawancarai Manajer Taqi Arena, Abrar Kharim, menguliti soal klub yang juga berlokasi di Bandung ini.

Halo bang, ini kita mau bertanya, kalau Taqi Arena pertama kali berdiri kapan?

Pertama kali berdiri setelah masa COVID-19, sekitar tiga tahun yang lalu (sekitar 2023). Masih tergolong baru. Awalnya kami itu klub reguler. Lalu owner melihat peluang dan memang senang dengan bulu tangkis. Akhirnya, beliau survei ke beberapa tempat di Jawa Barat.

Taqi berasal dari nama anak pemilik klub, yaitu Ibu Taqi. Kebetulan anaknya juga bermain bulu tangkis.Waktu itu, klub yang terkenal di sana seperti Mutiara dan SGS. Tapi karena SGS sudah tidak aktif lagi, maka lahirlah Taqi Arena sebagai pendatang baru.

Jadi pemilik kami melihat euforia bulu tangkis di Jawa Barat yang luar biasa dan banyak atletnya juga di pelatnas. Itu jadi salah satu dorongan utama berdirinya klub ini.

Lokasi persis klubnya di mana, dan kenapa memilih lokasi itu?

Taqi Arena di Polytron Superliga Junior 2025. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Untuk lokasi, kami di daerah Bandung Barat. Awalnya owner punya sedikit lahan di sana. Dibuatlah dua lapangan untuk latihan reguler. Kebetulan di depan lahannya ada dua bidang tanah lagi, lalu dibeli dan dibangun empat lapangan tambahan.

Lama-kelamaan makin besar, sekarang total ada tiga gedung olahraga (GOR). GOR terakhir punya tujuh lapangan. Jadi kalau ditotal, seluruhnya lebih dari sepuluh lapangan.

Kalau untuk perekrutan atletnya sendiri, bagaimana sistemnya di Taqi Arena?

Di awal berdiri, kami mengadakan audisi terbuka selama dua tahun pertama. Di tahun ketiga, kami tidak mengadakan audisi besar, tapi menggelar event mabar (main bareng). Dari situ kami seleksi pemain.

Kalau ada yang memenuhi standar klub, kami komunikasikan dengan orang tua dan klub asalnya, apakah bersedia untuk mendapatkan beasiswa latihan di Taqi Arena. Ke depan, kami berencana mengadakan audisi umum lagi.

Sekarang banyak pelatih dari klub lain yang menghubungi langsung ke kami, baik lewat pelatih maupun manajemen. Jadi sementara proses seleksinya melalui jalur tersebut.

Kapan pertama kali Taqi Arena ikut turnamen besar?

Taqi Arena di Polytron Superliga Junior 2025. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Sudah beberapa kali. Terakhir kami mengirim atlet ke kejuaraan Junior International di Sri Lanka pada Agustus 2025. Di situ kami meraih satu emas dan dua perak. Sebelumnya, kami juga rutin ikut kejuaraan lokal, termasuk ikut Sirkuit Nasional.

Sejak tahun pertama berdiri kami sudah mulai ikut. Tiap tahun ada evaluasi dan peningkatan. Target kami ke depan adalah ada atlet Taqi yang bisa masuk pelatnas dan menembus level internasional.

Kenapa memutuskan ikut Polytron Superliga Junior 2025?

Taqi Arena di Polytron Superliga Junior 2025. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Karena ini undangan. Semua klub peserta diundang oleh penyelenggara, termasuk kami. Kami ikut di tiga kategori, U-13 putra-putri, U-15, dan U-17.

Hasilnya cukup bagus. Tim U-13 putra, U13 putri, dan U15 berhasil runner-up. Tim U-17 putri juga sempat masuk semifinal, sed8angkan U-17 putra terhenti di fase grup.

Bagaimana tanggapannya melihat hasil ini?

Kami bersyukur dan bangga. Anak-anak sudah sering bertemu di turnamen nasional, tapi karena ini beregu, suasananya berbeda. Bermain beregu melatih kerja sama dan mentalitas mereka.

Misalnya yang biasanya kalah straight set di turnamen individu, di beregu bisa memaksa rubber game, artinya sudah ada peningkatan.

Ada atlet dari Taqi Arena yang sudah masuk pelatnas?

Belum, karena kami masih baru, kami ini baru tiga tahun berdiri. Tapi kami sedang fokus membina kelompok usia dini dan remaja untuk jangka panjang.

Sekarang, total Taqi Arena ada sekitar 108 atlet dari berbagai kelompok umur, mulai U13 sampai remaja. Alhamdulillah. Kami terus berusaha meningkatkan kualitas dan pengalaman mereka lewat berbagai turnamen nasional.

Editorial Team