Juney Hanafi, pemenang Lintang Flores 2026, disambut penggagas ajang ini, Renaldus Iwan Sumarta, di garis finis Ta'aktana Labuan Bajo. (Dok. Lintang Flores).
Juney membagikan kisah perjuangan brutalnya menembus ratusan tanjakan gunung dan pesisir pantai untuk mencapai garis finis. Ia mengaku sempat kehabisan tenaga dan terpaksa menuntun sepedanya saat memasuki kilometer ke-800 akibat gear sepeda yang kurang memadai.
Menariknya, rahasia staminanya menaklukkan Pulau Flores hanyalah berbekal sekantung kurma dan nasi kuning. Kondisi fisiknya tak perlu dipertanyakan lagi, mengingat ia bersepeda dari Malang ke Surabaya, lalu menempuh 30 jam perjalanan laut menuju Labuan Bajo untuk mengikuti lomba.
"Rutenya luar biasa—naik turun gunung dan pantai ratusan kali. Untuk yang akan ikut, siap-siap nanjak. Saya merasa gear saya kurang, jadi di beberapa tanjakan cadence mulai drop. Pada KM 800 ke atas, saya bahkan sempat mendorong sepeda," kata Juney dalam keterangan resminya.