Pemain PSM Makassar (kiri) saat berhadapan dengan pemain Hougang United FC. (instagram.com/psm_makassar)
Dilihat dari statistik pertandingan, Hougang United menang dalam hal penguasaan bola, yakni sebesar 63 persen sementara PSM Makassar 37 persen. Namun, dalam hal menyerang, PSM lebih banyak melakukan tusukan ke daerah pertahanan Hougang United. Hal ini dapat dilihat dari jumlah tembakan yang dilakukan pemain PSM sebanyak 22 tembakan. Di sisi lain, pemain Hougang hanya melakukan 6 tembakan. PSM juga mendapatkan lebih banyak tendangan sudut sebanyak 6 kali ketika Hougang hanya mendapat 1 kali tendangan sudut.
Pemain Hougang memiliki umpan atau operan dengan akurasi yang lebih baik ketimbang PSM Makassar. Tim tamu melakukan 572 operan dengan tingkat akurasi 84 persen. Sedangkan, PSM melakukan 319 operan dengan tingkat akurasi 36 persen. Pemain PSM lebih sering melakukan pelanggaran, yakni sebanyak 11 kali dan pemain Hougang United sebanyak 7 kali. Meski pemain PSM lebih banyak melakukan pelanggaran, wasit sama sekali tak memberikan hukuman kartu. Di sisi lain, pemain Hougang United mendapatkan hukuman tujuh kartu kuning.
Di tengah isu finansial yang melilit PSM Makassar, para pemain menunjukkan mental baja dan mulai bangkit meraih kemenangan di atas lapangan. PSM sendiri masih menyisakan tiga pertandingan lagi untuk menentukan hasil lolos ke babak berikutnya atau tidak. Di atas kertas, PSM bakal kesulitan menghadapi Sabah FC dan Hai Pong. Namun, apa pun bisa terjadi di lapangan. Kesempatan lolos ke babak berikutnya AFC Cup 2023/2024 tentu masih terbuka bagi Juku Eja.