Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Catatan Terakhir Liverpool di Liga Champions, Apa Saja?
selebrasi pemain Liverpool usai menjuarai UCL 2017/2018 (liverpoolfc.com)

Sejak ditangani Jurgen Klopp pada 2015, era kebesaran Liverpool kembali bangkit. Pelatih asal Jerman itu perlahan telah berhasil membentuk skuad yang sangat kompetitif dan memiliki mental juara. The Reds tampil cukup impresif musim 2021/2022.

Mereka melaju ke perempat final usai menyingkirkan tim besar seperti AC Milan, Porto dan Inter Milan. Peluang juara mereka musim ini cukup besar. Apalagi catatan mereka dalam lima musim terakhir pun terbilang apik. Bagaimana kisahnya? Berikut ini ulasannya.

1. Tersingkir di fase grup musim 2014/2015

potret duel Real Madrid vs Liverpool musim 2014/2015 (uefa.com)

Musim 2014/2015 termasuk era yang cukup buruk bagi Liverpool. Musim itu mereka kehilangan Luis Suarez yang pergi ke Barcelona.

Sebagai gantinya, Mario Balotelli didatangkan dari AC Milan, yang kemudian menjadi flop. Pada akhir musim The Reds kemudian hanya finis di peringket ke-6.

Langkah mereka di Liga Champions pun tak kalah buruk. Anak asuh Brendan Rodgers tersingkir di fase grup setelah hanya finis di peringkat ketiga di bawah Real Madrid dan FC Basel. Musim itu mereka hanya meraih 1 kemenangan, 2 imbang dan menelan 3 kekalahan.

2. Dikalahkan Real Madrid di final 2017/2018

selebrasi gol Gareth Bale di laga final UCL 2017/2018 (uefa.com)

Liverpool sempat absen dua musim dari Liga Champions usai terbuang dari empat besar Premier League. Namun, mereka kemudian berkembang di bawah asuhan pelatih baru Jurgen Klopp. Mereka kembali ke Liga Champions musim 2017/2018 dan langsung lolos ke babak final.

Dalam perjalanannya Liverpool mampu menyingkirkan Sevilla, Porto, Manchester City dan AS Roma. Di final The Reds berhadapan dengan juara bertahan Real Madrid. Mimpi buruk bagi Liverpool terjadi saat Mohamed Salah harus ditarik keluar setelah cedera akibat insiden dengan Sergio Ramos.

Pada laga ini, Liverpool kalah menyakitkan dengan skor 3-1. Ironisnya, dua gol Real Madrid lahir dari blunder Loris Karius, yang kemudian menjadi akibat dia tersingkir dari tim utama.

3. Kembali ke final dan akhirnya menjadi juara Liga Champions 2018/2019

selebrasi pemain Liverpool usai menjuarai UCL 2017/2018 (liverpoolfc.com)

Kegagalan musim sebelumnya menjadi pelajaran bagi Jurgen Klopp. Dia pun menciptakan skuad yang lebih kuat dengan mendatangkan Virgil van Dijk dan Alisson Becker demi memperkuat sektor pertahanan. Strategi ini terbukti ampuh di Liga Champions musim 2018/2019.

Liverpool berhasil mengalahkan Bayern Munchen dan Porto di fase kncok out. Namun, yang paling luar biasa adalah saat comeback melawan Barcelona di semifinal.

Kalah 3-0 di leg pertama, Liverpool di luar dugaan menang 4-0 di Anfield. Di final, Liverpool berhadapan dengan tim sesama dari Inggris, Tottenham Hotspur dan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.

4. Liverpool disingkirkan Atletico Madrid secara dramatis musim 2019/2020

potret Alvaro Morata (uefa..com)

Berstatus juara bertahan dan lolos ke final dua musim beruntun, Liverpool tetap menjadi unggulan pada musim 2019/2020. Mereka keluar sebagai juara grup mengungguli Napoli dan berhadapan dengan Atletico Madrid di babak 16 besar. Laga ini berlangsung sengit.

Kedua tim saling mengalahkan 1-0 pada masing-masing leg. Sehingga laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. The Reds sempat unggul lewat gol Roberto Firmino, tetapi mampu mencetak tiga gol balasan di sisa waktu lewat brace Marcos Llorente dan gol Alvaro Morata.

5. Liverpool disingkirkan Real Madrid di perempat final musim 2020/2021

potret selebrasi gol Vinicius Jr ke gawang Liverpool (uefa.com)

Real Madrid benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Liverpool di Liga Champions. Setelah kekalahan di final musim 2017/2018, kedua tim baru bertemu lagi musim 2020/2021. Kali ini di babak perempat final.

Sialnya, Liverpool kembali kalah dengan skor 3-1 pada leg pertama dan hanya bermain imbang 0-0 di Anfield. Langkah Real Madrid sendiri kemudian terhenti di babak semifinal. Mereka disingkirkan Manchester City.

 

Musim ini Liverpool bakal berhadapan dengan Benfica, yang sering dianggap sebagai tim terlemah di antara tim lainnya. Kesempatan anak asuh Jurgen Klopp untuk melangkah jauh sangat besar. Bisakah mereka kembali ke final bahkan juara?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team