Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kiper Senior yang Posisinya Mulai Tergantikan, Kerap Jadi Cadangan!
potret Steve Mandanda (twitter.com/OptaJean)

Menjadi pilar utama di klub liga top Eropa merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan. Terlebih hal itu dijalani dalam waktu yang lama dan berhasil mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi. Setidaknya, momen itu sudah dirasakan oleh banyak pesepak bola hebat.

Namun, pesepak bola juga merupakan manusia biasa yang punya masa keemasannya sendiri. Pernah diandalkan oleh klubnya, sering kali sejumlah nama mulai kehilangan tempat utama akibat tergantikan oleh pemain lain. Situasi tersebut pun tak luput juga dialami oleh kelima kiper senior berikut ini.

Siapa saja mereka? Simak ulasannya di bawah ini, ya!

1. Sergio Asenjo

potret Sergio Asenjo (twitter.com/SergioAsenjo1)

Kualitas Sergio Asenjo mulai menurun akibat termakan usia. Setelah menjadi kiper utama Villarreal setidaknya dalam delapan musim terakhir, kini ia harus meratapi kenyataan pahit. Posisi Asenjo tergantikan oleh Geronimo Rulli yang dengan cepat mengambil alih status kiper nomor satu Villarreal.

Di usianya yang kini menginjak 32 tahun, Asenjo lebih sering menghabiskan waktunya di bangku cadangan. Ia baru dipercaya tampil lima kali pada musim ini. Mengingat kariernya yang sepertinya masih menjanjikan dalam beberapa musim ke depan, Asenjo tentu punya peluang untuk hijrah ke klub lain.

2. Agustin Marchesin

potret Agustin Marchesin (twitter.com/amarchesin1)

Agustin Marchesin tampil apik dalam dua musim perdananya bersama Porto. Ia menyegel status kiper utama hingga membawa timnya itu berjaya di papan atas Liga Portugal. Tren tersebut berlanjut dengan kesuksesannya yang rutin dipanggil Timnas Argentina. Sayangnya, usia mengalahkan performanya.

Ia tak lagi menjadi kiper utama Porto di musim ini. Hal ini ditandai dengan kemunculan nama baru yang sukses menyita perhatian di bawah mistar gawang Porto, yaitu Diogo Lopes. Kiper berusia 22 tahun itu menggusur Marchesin ke bangku cadangan yang sejauh musim ini bergulir baru mengoleksi 6 penampilan saja.

3. Keylor Navas

potret Keylor Navas (twitter.com/NavasKeylor)

Memasukkan Keylor Navas ke dalam daftar ini mungkin terasa ambigu lantaran ia masih mendapatkan kepercayaan yang tinggi. Namun, berbeda dengan dua musim terakhir, kini posisi Navas sudah tak aman lagi. Ia harus bersaing dengan Gianluigi Donnarumma yang punya kualitas luar biasa.

Navas kesulitan untuk tampil reguler lantaran ketatnya persaingan. Tak mengherankan jumlah penampilan Kosta Rika itu menurun jauh dibandingkan musim-musim sebelumnya. Bahkan, Navas santer dirumorkan segera hengkang dari klub kaya raya Paris mengingat masa depannya yang terancam.

4. Claudio Bravo

potret Claudio Bravo (twitter.com/C1audioBravo)

Usai gagal bersama Manchester City, Claudio Bravo kembali ke LaLiga pada musim 2020/2021 lalu. Bukan kembali ke Barcelona yang merupakan klub lamanya, Bravo memilih Real Betis sebagai tujuan selanjutnya. Kehadiran kiper Chile itu cukup berpengaruh, terlebih ia jadi andalan utama di bawah mistar gawang.

Namun, Bravo hanya mampu mempertahankan tren positif tersebut selama semusim. Bagaimana tidak, kini ia tak lagi menjadi kiper utama Real Betis usai kedatangan nama baru, yaitu Rui Silva pada musim panas 2021 lalu. Kans Bravo untuk bermain makin terbatas. Sejauh musim ini berlangsung ia baru diturunkan sebanyak 12 kali.

5. Steve Mandanda

potret Steve Mandanda (twitter.com/iMiaSanMia)

Steve Mandanda sudah dianggap sebagai sosok legenda Olympique Marseille. Hal tersebut bukan tanpa alasan mengingat kesetiannya yang begitu besar terhadap Les Phoceens. Bergabung sejak tahun 2007, Mandanda nyaris mendedikasikan seluruh kariernya bersama Marseille meski sempat singgah ke Crystal Palace.

Ia mendapatkan kepercayaan penuh sebagai kiper utama dalam kurun waktu yang cukup lama. Terlepas dari loyalitas dan prestasi yang ia persembahkan, performa Mandanda dewasa ini mulai menurun. Khususnya pada musim ini, ia kehilangan tempat utama akibat kedatangan Pau Lopez yang nyaris tak tersentuh posisinya.

Sudah menjadi hal yang wajar melihat era keemasan tiap pemain yang luntur ketika usia kian menua. Kelima kiper di atas pun mengalami hal tersebut. Masing-masing dari mereka kini tak lagi diandalkan sebagai kiper utama di level klub.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team