Koefisien UEFA mulai diperkenalkan pada 1979 dan sampai sekarang dipakai untuk menentukan jumlah perwakilan dari tiap negara yang berhak berpartisipasi dalam berbagai kompetisi sepak bola di Eropa. Poinnya sendiri diambil dari performa tim saat berkompetisi di UEFA Champions League, UEFA Europa League, dan UEFA Conference League.
Seperti sudah ditebak, akumulasi poin terbanyak tentu didominasi klub-klub asal lima negara unggulan, Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, dan Prancis. Seperti siklus yang tak ada habisnya, klub-klub dari lima negara tersebut pun berpeluang besar menambah pundi-pundi poinnya guna mempertahankan jatah partisipasi mereka di berbagai ajang kompetisi.
Lantas, bagaimana dengan negara-negara selain lima besar tersebut? Sabar dan tekun adalah kuncinya. Itulah sisi gelap sepak bola, terkadang membosankan saja melihat klub-klub tertentu saja yang terus mendominasi.
Untuk mengobati rasa hausmu akan variasi kekuatan baru dalam sepak bola Eropa. Silakan tengok Skandinavia. Region ini memang tidak diunggulkan saat bicara sepak bola. Namun, beberapa tahun belakangan ada sejumlah klub Eropa yang membawa angin segar.
Bila hendak memalingkan perhatian sejenak dari tim sepak bola mainstream Eropa, silakan coba simak sepak terjang lima klub terbaik di Skandinavia berikut. Diurut berdasar total koefisien UEFA sepuluh tahun terakhir.
