Liga Champions Eropa (UCL) menjadi kompetisi antarklub terakbar di Benua Biru. Tiap musimnya, kompetisi ini menyita perhatian penggemar sepak bola dunia. Tak heran jika klub yang berlaga di sana mengerahkan segalanya demi mengangkat Si Kuping Besar.
Meski begitu, upaya meraih hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, untuk lolos dari satu fase ke fase berikutnya, butuh perjuangan ekstra keras hingga akhirnya melaju ke partai puncak. Di laga final, kedua klub bakal saling jegal sebagai upaya terakhir untuk jadi juara.
Di akhir laga pun, akan ada tim yang menundukkan kepala hingga menangis karena gagal menjadi juara. Lantas, klub mana saja yang menjadi klub terakhir yang menjadi runner-up Liga Champions?
