Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Klub Terakhir yang Menjadi Runner-up Liga Champions, Gagal Juara!
Liverpool (twitter.com/ChampionsLeague)

Liga Champions Eropa (UCL) menjadi kompetisi antarklub terakbar di Benua Biru. Tiap musimnya, kompetisi ini menyita perhatian penggemar sepak bola dunia. Tak heran jika klub yang berlaga di sana mengerahkan segalanya demi mengangkat Si Kuping Besar.

Meski begitu, upaya meraih hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, untuk lolos dari satu fase ke fase berikutnya, butuh perjuangan ekstra keras hingga akhirnya melaju ke partai puncak. Di laga final, kedua klub bakal saling jegal sebagai upaya terakhir untuk jadi juara.

Di akhir laga pun, akan ada tim yang menundukkan kepala hingga menangis karena gagal menjadi juara. Lantas, klub mana saja yang menjadi klub terakhir yang menjadi runner-up Liga Champions?

1. Liverpool

Liverpool (twitter.com/LFC)

Liverpool menjadi klub terakhir yang harus puas sebagai runner-up di Liga Champions. Pada 2021/2022 lalu, The Reds berpeluang menambah trofi Liga Champions setelah melaju ke partai puncak. Sayangnya, upaya mereka harus kandas oleh raja Liga Champions, Real Madrid.

Dalam final tersebut, tim asuhan Jurgen Klopp hanya kalah tipis 0-1. Kekalahan itu seperti mengulang kegagalan Liverpool di final Liga Champions sebelumnya. Pada 2017/2018, klub asal Inggris ini juga harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 1-3.

Sepanjang gelaran Liga Champions, Liverpool telah menjadi runner-up sebanyak empat kali. Namun, mereka juga berhasil mencatatkan diri sebagai juara Liga Champions sebanyak enam kali.

2. Manchester City

Manchester City (twitter.com/ChampionsLeague)

Manchester City menjadi salah satu klub terbaik di dunia saat ini. Sayangnya, The Cityzens belum sekali pun meraih trofi Liga Champions. Pencapaian terbaiknya adalah menjadi runner-up di Liga Champions 2020/2021.

Berpeluang meraih trofi Liga Champions perdana, Manchester City justru harus mengakui keunggulan klub Inggris lainnya, Chelsea. Skuad asuhan Pep Guardiola yang saat itu lebih diunggulkan kalah dengan skor 0-1.

Gol tunggal Havertz menjadi mimpi buruk anak asuh Pep Guardiola. Namun, dengan skuad yang makin mengerikan, bukan tidak mungkin mereka bisa melaju hingga final di Liga Champions musim ini.

3. Paris Saint-Germain

Paris Saint-Germain (psg.fr)

Sama halnya dengan Manchester City, Paris Saint-Germain juga menjadi klub elite saat ini yang belum pernah juara Liga Champions. Dibanding Manchester City, PSG lebih dulu merasakan partai final Liga Champions, tepatnya pada 2019/2020.

Saat itu, Le Parisiens tak berdaya menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munich. Sama seperti dua laga final terakhir, final yang digelar di Lisbon ini juga berakhir dengan skor 0-1.

Satu gol Bayern Munich tersebut sudah cukup menjadikan PSG sebagai runner-up Liga Champions. Meskipun memiliki skuad mentereng, klub asal Prancis itu masih kesulitan untuk bersaing di kompetisi antarklub Eropa ini.

4. Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur (twitter.com/SpursOfficial)

Klub Inggris lainnya, Tottenham Hotspur, juga menjadi salah satu klub yang menjadi runner-up Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Pada 2018/2019, The Lylywhites secara mengejutkan mampu melaju hingga partai puncak.

Saat itu, Tottenham berhadapan dengan klub asal Inggris lainnya, Liverpool. Di laga final perdana Liga Champions mereka, Spurs tak bisa berbuat banyak. Dua gol Liverpool yang dicetak Mohamed Salah dan Divock Origi memupus harapan mereka.

Tampaknya akan sulit bagi Tottenham untuk mengulang pencapaian ini. Mereka bukanlah tim yang memiliki tradisi juara pada tiap musimnya.

5. Juventus

Juventus (twitter.com/ChampionsLeague)

Klub terakhir dalam daftar ini adalah Juventus. Klub asal Italia tersebut masih memegang rekor sebagai klub yang paling sering jadi runner-up Liga Champions. Mereka sudah tujuh kali kalah di partai final Liga Champions.

Catatan kekalahan ketujuh mereka di final terjadi pada 2016/2017. Saat itu, Juventus harus mengakui keunggulan Real Madrid.

Final ke-9 Juventus di Liga Champions tersebut justru berakhir tragis. Si Nyonya Tua dibantai El Real dengan skor telak 1-4. Meskipun menjadi klub yang sering kalah di final, Juventus pernah juara pada 1985 dan 1996.

Mengingat persaingan Liga Champions yang sangat ketat, mengakhiri musim sebagai runner-up sebenarnya menjadi prestasi tersendiri. Kira-kira, klub mana yang akan berlaga di final Liga Champions musim ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team