Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fabio Quagliarella (juventus.com)
Fabio Quagliarella (juventus.com)

Setelah sempat tak memiliki klub selama 4 bulan, Fabio Quagliarella akhirnya memutuskan untuk pensiun pada Senin (20/11/2023). Ia pensiun pada usia 40 tahun. Mantan penyerang andalan Timnas Italia ini sangat tersohor di kalangan penggemar Serie A Italia karena ketajaman, dedikasi, dan prestasinya.

Faktanya, Quagliarella memang tak pernah bermain di klub di luar Liga Italia. Ia pun sangat diandalkan ketika bermain bersama Udinese, Torino, Napoli, Juventus, dan Sampdoria. Bahkan, ia menjadi favorit beberapa pelatih ketika masih aktif bermain.

Lantas, siapa sajakah pelatih yang paling sering memainkan Fabio Quagliarella di level klub? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Marco Giampolo sangat percaya dengan kualitas Fabio Quagliarella

Marco Giampolo (legaseriea.it)

Pelatih yang paling sering memainkan Fabio Quagliarella di level klub adalah Marco Giampolo. Pelatihan kelahiran Swiss ini benar-benar percaya dengan kualitas Quagliarella. Meski telah memasuki usia senja, Giampolo tak ragu memainkan Quagliarella bersama Sampdoria (2016--2019 dan 2022--2023).

Tak heran jika Quagliarella bisa menjadi top scorer Serie A 2018/2019 pada usia 36 tahun. Secara keseluruhan, Quagliarella mengoleksi 135 laga dengan torehan 60 gol dan 14 assist bersama Giampolo. Pria berusia 56 tahun ini juga menjadi pelatih terakhir yang menangani Quagliarella dalam kariernya.

2. Pasquale Marino sukses mengangkat nama Fabio Quagliarella

Pasquale Marino (udinese.it)

Fabio Quagliarella pernah dilatih beberapa allenatore ketika berseragam Udinese. Namun, Pasquale Marino menjadi orang yang sangat berjasa dalam kariernya. Sebab, Marino sukses mengangkat nama Fabio Quagliarella di sepak bola Italia.

Berkat tangan dingin Marino, Quagliarella mampu membela Timnas Italia serta membela klub besar seperti Napoli dan Juventus. Marino dan Quagliarella sendiri bertemu di Udinese pada 2007--2009. Dalam kurun waktu tersebut, Quagliarella tampil tajam dengan mencatat 33 gol dan 11 assist dari 87 laga.

3. Antonio Conte paling sering memainkan Quagliarella di Juventus

Antonio Conte (premierleague.com)

Fabio Quagliarella telah tersedia di dalam tim ketika Antonio Conte datang sebagai pelatih Juventus pada Mei 2011. Saat dilatih Conte, Quagliarella lebih sering berperan sebagai pemain pelapis. Ia kalah saing dari beberapa penyerang seperti Carlos Tevez dan Fernando Llorente.

Kendati demikian, statistik menyebutkan jika Conte menjadi pelatih yang paling sering memainkan Quagliarella ketika berseragam Juventus. Hal ini cukup beralasan, sebab Conte dan Quagliarella bekerja sama selama 2,5 tahun. Alhasil, Quagliarella bisa mencatat 15 gol dan 6 assist dari 74 laga.

4. Gian Piero Ventura memulangkan Fabio Quagliarella ke Torino

Gian Piero Ventura (.udinese.it)

Gian Piero Ventura adalah sosok yang berjasa memulangkan Quagliarella ke Torino pada 2014. Faktanya, Torino merupakan klub akademi sekaligus klub pertama yang dibela Quagliarella dalam karier profesionalnya. Hal itu tentu sangat spesial bagi Quagliarella.

Torehan 64 laga menjadi catatan penampilan yang dijalani Fabio Quagliarella di bawah arahan Gian Piero Ventura. Quagliarella mencatat 22 gol dan 6 assist untuk Torino dalam kurun waktu 1,5 tahun. Namun, Ventura juga menjadi orang yang menjual Quagliarella ke Sampdoria pada Februari 2016.

5. Claudio Ranieri bertemu Fabio Quagliarella di Sampdoria

Claudio Ranieri (premierleague.com)

Nama yang terakhir ialah Claudio Ranieri. Fabio Quagliarella juga pernah ditangani Claudio Ranieri di Sampdoria. Momen tersebut terjadi pada 2019--2021 ketika Giampolo sempat melatih AC Milan dan Torino.

Pelatih berjuluk The Tinkerman ini merupakan sosok pelatih yang sangat berpengalaman. Tak heran jika ia tahu porsi dan peran yang tepat bagi Quagliarella. Alhasil, Quagliarella mampu tampil produktif dalam 55 laga dengan mencatat 23 gol dan 8 assist.

Fabio Quagliarella adalah legenda Serie A. Penampilannya dan ketajamannya sempat menghiasi kompetisi tertinggi sepak bola Italia ini. Namun, hebatnya, Quagliarella mampu tampil konsisten dan meraih gelar top scorer pada usia 36 tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team