Kontribusi Mohamed Salah bersama Liverpool tak perlu dipertanyakan lagi. Ia berhasil menorehkan namanya dalam sejarah Liga Champions dengan mencetak gol pada final 2019 saat Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0. Gol tersebut menjadi pelipur lara bagi penyerang asal Mesir ini setelah mengalami cedera parah akibat tekel Sergio Ramos pada final tahun sebelumnya.
Pada laga melawan Bologna kemarin, gol spektakuler Salah pada menit ke-75 tidak hanya mengukuhkan kemenangan The Reds, tetapi juga menjadi sejarah baru. Salah kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak asal Afrika sepanjang sejarah Liga Champions dengan koleksi 45 gol. Pencapaiannya ini makin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain Afrika terbaik yang pernah tampil di kompetisi paling bergengsi di Eropa.
Sepanjang kariernya di Liga Champions, Salah pernah membela tiga klub berbeda. Ia mengawali perjalanan mencetak gol di Liga Champions bersama FC Basel dengan sumbangan dua gol. Kemudian, saat berseragam AS Roma, ia berhasil menambah satu gol dalam koleksi pribadinya. Uniknya, selama membela Chelsea, Salah belum berhasil mencatatkan namanya di papan skor meskipun telah tampil dalam dua pertandingan.
Torehan 45 gol Mohamed Salah di Liga Champions menjadi bukti ia adalah pemain yang sangat vital bagi Liverpool. Konsistensi penampilannya membuat The Reds memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan gelar juara Liga Champions 2024/2025.