Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pemain Paling Underrated yang Pernah Dilatih Jurgen Klopp
potret Lucas Barrios (skysports.com)

Jurgen Klopp adalah salah satu pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini. Sepanjang kariernya, pria berusia 54 tahun tersebut baru menangani tiga klub berbeda, yakni Mainz, Borussia Dortmund, dan Liverpool.

Bersama tiga klub itu, Klopp tercatat pernah melatih beberapa pemain underrated. Lantas, siapa saja para pemain tersebut? Simak ulasannya berikut ini!

1.Jakub Błaszczykowski

potret Jakub Blaszczykowski (bundesliga.com)

Jakub Błaszczykowski bergabung dengan Borussia Dortmund pada transfer musim panas 2007. Pemain asal Polandia itu menghabiskan waktunya di klub tersebut selama sembilan musim hingga 2016. Ia tercatat mampu menciptakan 253 dan mencetak 32 gol serta 53 assist bersama Dortmund di semua kompetisi.

Di samping itu, Błaszczykowski berhasil mempersembahkan dua gelar Bundesliga dan memenangi tiga trofi Piala Super Jerman. Berkat Dortmund, sang pemain juga selalu mendapatkan panggilan untuk tampil bersama tim nasional Polandia.

2.Emre Can

potret Emre Can (liverpoolfc.com)

Emre Can mulai dikenal namanya ketika bermain untuk Bayern Munchen dan Bayer Leverkusen. Tapi, ia menikmati kariernya justru saat berseragam Liverpool. Sang gelandang bergabung bersama Liverpool dengan nilai transfer 12 juta euro atau setara Rp208 miliar pada musim panas 2014.

Di bawah asuhan Klopp saat itu, Can mulai berkembang menjadi salah satu gelandang berkualitas. Tiga tahun bermain di Anfield, pemain asal Jerman itu mampu membuat 167 penampilan di berbagai ajang. Ia juga sukses menciptakan 14 gol serta 12 assist dari seluruh laga itu.

3.Nathaniel Clyne

potret Nathaniel Clyne (skysports.com)

Nathaniel Clyne bisa dibilang sebagai salah satu cahaya Liverpool di periode suram pada pertengahan 2010-an. Pemain asal Inggris tersebut didatangkan dari Southampton pada musim panas 2015. Dipasang Klopp sebagai bek sayap kanan, ia tampil begitu tenang dan cukup menjanjikan.

Selama empat tahun berstatus sebagai pemain Liverpool, Clyne mampu menciptakan 103 pertandingan dan membukukan 2 gol serta 5 assist. Munculnya Trent Alexander-Arnold kemudian membuat Clyne kehilangan posisinya. Meski saat ini sudah tidak membela Liverpool, Clyne tetap dikenang oleh para pendukung The Reds sebagai sosok yang hebat.

4.Kevin Großkreutz

potret Kevin Großkreutz (bvb.de)

Sepanjang kariernya, Kevin Großkreutz hanya dikenal tampil apik ketika berseragam Borussia Dortmund. Pria berkebangsaan Jerman ini menandatangani kontrak dengan Dortmund pada 2009 dan menghabiskan enam tahun di klub tersebut. Selama diasuh Klopp, ia sempat bergonta-ganti posisi, mulai dari bek sayap kanan, bek sayap kiri, hingga winger.

Großkreutz membantu Dortmund meraih dua gelar Bundesliga pada tahun 2011 dan 2012. Performa yang menjanjikan saat itu membuatnya mendapatkan panggilan dari Timnas Jerman. Großkreutz bahkan turut andil dalam perjalanan Timnas Jerman memenangi trofi Piala Dunia 2014. Kendati begitu, ia sangat jarang mendapatkan pujian yang layak.

5.Lucas Barrios

potret Lucas Barrios (skysports.com)

Lucas Barrios merupakan salah satu pemain yang cukup sering diremehkan selama waktunya di Borussia Dortmund. Pria asal Paraguay itu menandatangani kontrak dengan Dortmund pada tahun 2009. Ia juga menjadi salah satu sosok kunci dalam kemenangan Dortmund meraih gelar Bundesliga secara berturut-turut pada musim 2010/2011 dan 2011/2012.

Barrios ketika itu membentuk duet yang menjanjikan bersama Robert Lewandowski. Selama tiga tahun di Signal Iduna Park, sang penyerang mampu menciptakan 49 gol dan 17 assist dari 102 pertandingan.

Sederet pemain di atas tentu berhutang rasa terima kasih kepada Jurgen Klopp. Berkat sentuhan tangan dingin Klopp, mereka berhasil tampil apik dan kariernya sempat cemerlang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team