Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pemain Termahal yang Dijual Brighton ke Klub Non-Britania Raya
Leo Ostigard (instagram.com/leoskirio)

Brighton & Hove Albion menunjukkan taringnya dalam beberapa musim terakhir. Klub berjuluk The Seagulls ini mulai bersinar sebagai tim kuda hitam di English Premier League (EPL). Performa apiknya itu tak terlepas dari penampilan para pemain yang impresif di atas lapangan.

Sederet klub mengincar penggawa The Seagulls. Beberapa nama bahkan digaet dengan harga mahal yang menjadi sumber keuntungan. Sebagian besar penjualan termahal Brighton diperoleh dari sesama klub Britania Raya. Lantas, siapa saja pemain termahal yang dilepas ke klub asing? Berikut ulasannya.

1. Percy Tau dijual ke klub Mesir, El-Ahly

Percy Tau (twitter.com/percymuzitau22)

Percy Tau tak mendapatkan banyak sorotan saat membela Brighton. Hal itu bukan tanpa alasan sebab dirinya lebih sering dipinjamkan. Puncaknya, ia dilepas secara permanen oleh The Seagulls pada musim panas 2021. Percy dijual ke klub Mesir, El Ahly, seharga 2 juta euro atau sekitar Rp33 miliar.

Berkarier di luar Eropa menjadi keputusan terbaik baginya. Karier Percy kembali meningkat bersama klub barunya itu. Ia menjadi salah satu andalan di lini serang El Ahly yang selalu tampil penuh. Pemain berpaspor Afrika Selatan itu berhasil mencetak 18 gol dan 13 assist dari 74 penampilan.

2. Reda Khadra merapat ke Stade Reims pada musim panas 2023

Reda Khadra (stade-de-reims.com)

Reda Khadra memutuskan untuk pindah secara permanen dari Brighton. Keputusan itu diambilnya pada musim panas 2023. Sadar bakal kekurangan menit bermain di tim utama membuat Khadra yakin berpisah dengan The Seagulls. Ia sudah mendapatkan klub baru, yaitu Stade Reims.

Khadra diboyong oleh klub Ligue 1 itu seharga 2 juta euro atau sekitar Rp33 miliar. Reims mengontraknya dengan durasi selama 4 musim. Kepindahan ini dinilai bisa jadi titik awal bagi Khadra untuk bersinar. Terlebih lagi, ia punya segudang potensi yang bisa berkembang bersama Reims.

3. Michal Karbownik berlabuh ke Hertha Berlin demi mengembangkan kariernya

Michal Karbownik (instagram.com/herthabsc)

Sama seperti Khadra, Michal Karbownik juga hengkang dari Brighton pada musim panas 2023. Ia menyudahi perjalanannya bersama The Seagulls lantaran ketidakpastian karier yang ia rajut. Nasib Karbownik tak jelas karena sering dipinjamkan. Itu sebabnya ia pindah secara permanen.

Pelabuhan berikutnya yang dituju oleh Karbownik adalah Hertha Berlin. Ia bergabung dengan skuad Die Alte Dame seharga 2,5 juta euro atau sekitar Rp42 miliar. Karbownik bakal menjadi salah satu opsi di posisi bek kiri. Ia diharapkan bisa bersinar dan membawa Die Alte Dame kembali promosi ke Bundesliga.

4. Aaron Mooy pindah ke China usai setahun berkarier di Brighton

Aaron Mooy (socceroos.com.au)

Kiprah Aaron Mooy di Brighton tak terjalin lama. Bergabung pada 2019, Mooy memutuskan untuk hijrah setahun berselang. Ia hengkang ke klub China, Shanghai Port, dengan biaya 4,5 juta euro atau sekitar Rp75 miliar. Mooy datang dengan segudang pengalaman dari Eropa. Kehadirannya jadi sebuah keuntungan besar.

Mooy membela Shanghai Port selama 2 tahun. Meski cukup lama, kariernya sebenarnya tak berjalan mulus. Mooy hanya diturunkan dalam 32 pertandingan. Performanya menurun drastis di sana. Ia akhirnya berpisah pada musim panas 2022. Mooy kembali ke Eropa dan bergabung dengan Celtic.

5. Leo Ostigard raih Scudetto bersama Napoli pada musim lalu

Leo Ostigard (instagram.com/leoskirio)

Penjualan Leo Ostigard tak memberikan banyak keuntungan bagi Brighton. Ia hanya dijual seharga 5 juta euro atau sekitar Rp83 miliar ke Napoli. Meski begitu, namanya tetap menjadi pemain termahal yang dijual oleh Brighton ke klub non-Britania Raya. Ostigard hijrah ke Napoli pada musim panas 2022.

Ia awalnya berstatus pinjaman. Pada musim debutnya, Ostigard juga tak menjadi pilihan utama di lini belakang Napoli. Ia hanya tampil dalam sebelas laga. Meski begitu, Napoli tetap menebusnya secara permanen. Partenopei melakukannya untuk memperkuat opsi di jantung pertahanan.

Brighton mendapatkan keuntungan besar dari hasil penjualan pemainnya. Dana segar itu dimanfaatkan oleh The Seagulls dengan baik. Alih-alih merekrut pemain bintang, Brighton berfokus kepada pemain muda dengan segudang potensi yang siap untuk berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team