Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rekrutan Real Madrid Paling Aneh di Era Sepak Bola Modern
goal.com/Getty Images

Real Madrid merupakan klub terbaik dunia. Klub berjuluk Los Blancos ini merupakan pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak dengan 13 trofi. Mereka juga dikenal sebagai klub bertabur bintang, yang tidak segan menggelontorkan dana melimpah untuk belanja pemain.

Nama-nama besar seperti Zidane, Ronaldo Nazario, Luis Figo, David Beckham, Mesut Ozil hingga Cristiano Ronaldo pernah berkostum klub ibu kota tersebut. Namun tidak selamanya strategi transfer Real Madrid berjalan dengan baik.

Di era sepak bola modern ini, terdapat beberapa rekrutan Real Madrid yang bikin orang merasa aneh dan terheran-heran. Siapa saja? Berikut ini ulasannya.

1. Julien Faubert

as.com

Pada tahun 2009 silam, publik Santiago Bernabeu dibuat terheran-heran ketika Real Madrid mendatangkan Julien Faubert dengan status pinjaman dari West Ham United. Entah apa alasan di balik transfer ini, padahal mereka memiliki opsi mumpuni di posisi bek kanan seperti Michael Salgado, Sergio Ramos, dan Miguel Torres.

Dalam kontraknya bahkan terdapat opsi permanen dengan durasi tiga tahun. Faubert sendiri bukan pemain yang fenomenal di Premier League. Pada akhirnya Faubert sendiri tidak mendapatkan waktu bermain di skuat utama.

Dia hanya tampil dalam dua laga dalam satu musim masa pinjaman tersebut. Satu-satunya yang diingat publik justru adalah tingkahnya ketika tertidur di bangku cadangan Real Madrid.

2. Jonathan Woodgate

as.com

Di tahun 2000-an, Jonathan Woodgate tampil sebagai salah satu bek terbaik di Premier League setelah tampil apik bersama Leeds United dan Newcastle United. Pada tahun 2004, Real Madrid memboyongnya ke Santiago Bernabeu dengan harga 13,4 juta pounds atau sekitar Rp251 miliar.

Namun ini menjadi tanda tanya besar bagi publik karena saat itu Woodgate dalam kondisi cedera parah. Hasilnya, ia tak pernah bermain sekalipun di musim perdananya.

Buruknya lagi, saat menjalani debut di musim kedua, ia justru tampil sebagai pesakitan. Woodgate mencetak gol bunuh diri dan diganjar kartu merah saat melawan Athletic Bilbao.

3. Thomas Gravesen

as.com

Musim 2004/05 bukanlah musim yang disukai oleh banyak penggemar Real Madrid dalam hal transfer. Transfer yang tidak kalah anehnya adalah kedatangan Thomas Gravesen dari Everton. Hal ini tidak lepas dari kebijakan manajemen dengan melepas gelandang terbaik dunia kala itu, Claude Makelele ke Chelsea.

Sebagai gantinya, Real Madrid justru merekrut pemain yang bukan kelas bintang. Sang pemain sendiri hanya bertahan selama 18 bulan dengan jumlah 51 penampilan di semua ajang.

4. Hamit Altintop

transfermarkt.de

Hamit Altintop bukanlah pemain buruk, kariernya cukup cemerlang di Jerman ketika membela Schalke dan Bayern Munchen. Namun, kepindahannya dari Bayern Munchen ke Real Madrid pada tahun 2011 adalah hal yang cukup aneh. Ini tidak lepas dari performanya yang hanya bermain dalam 14 pertandingan untuk Bayern Munich di semua kompetisi.

Saat itu ia kalah bersaing dari Arjen Robben dan Frank Ribery. Apalagi saat itu usia sang pemain pun sudah menyentuh 29 tahun, sesuatu yang jarang dilakukan klub sekelas Real Madrid. Altintop hanya bertahan selama satu musim dengan 12 penampilan di semua ajang.

5. Elvir Baljic

goal.com/Getty Images

Fans Real Madrid mungkin akan sangat asing dengan nama Elvir Baljic. Dia adalah pemain sayap yang didatangkan dari Fenerbahce pada tahun 1999 dengan harga 26 juta euro atau sekitar Rp443 miliar, sebuah banderol sangat tinggi waktu itu. Sayangnya, harga tinggi itu tak sesuai ekspektasi karena sang pemain didera cedera ligamen dan tak bisa beradaptasi dengan baik.

Musim selanjutnya ia pun lebih sering dipinjamkan, dari Fenerbahce, Rayo Vallecano, sebelum dilepas ke Galatasaray dengan gratis. Sepanjang berkostum Madrid, Baljic hanya tampil dalam 19 laga di semua ajang.

 

Real Madrid memang klub terbaik dunia, namun tidak selamanya strategi transfer mereka berjalan sesuai ekspektasi. Bahkan, lima transfer di atas dianggap yang terburuk dan teraneh dalam dua dekade terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team