Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Revolusi Man City Musim Ini yang Berhasil Diterapkan Pep Guardiola
independent.co.uk

Manchester City berada dalam tren positif menjelang awal tahun 2021. Pada awal musim, tim berjulukan The Citizen ini sempat terseok-seok dengan minimnya konsistensi karena sering imbang melawan tim papan bawah.

Pep Guardiola pada waktu itu masih memikirkan skema terbaik untuk menanggulangi masalah yang terjadi pada musim lalu. Kini, Guardiola semakin menunjukkan kehebatannya untuk bersaing di puncak klasemen dengan lima revolusi besar yang ia lakukan terhadap Manchester City, apa saja ya?

1. Manchester City kini menggunakan dua formasi secara dinamis (4-3-3 dan 4-2-3-1)

en.as.com

Pep Guardiola menggunakan skema formasi yang berbeda pada musim lalu. Musim ini, ia hanya menggunakan dua formasi yang sering ia gunakan untuk melawan tim papan atas hingga papan bawah.

Jika pada musim lalu Guardiola bermain dengan formasi 3-4-3, kini ia lebih memfokuskan formasi 4-2-3-1 agar permainan anak asuhnya berjalan lebih stabil meskipun tidak banyak menciptakan gol.

Permainan 4-2-3-1 ternyata memberikan dampak yang luar biasa dalam meraih kemenangan. Formasi ini juga menjadi formasi favorit yang banyak digunakan pelatih pada musim ini.

2. Pep Guardiola menggunakan Kevin De Bruyne sebagai advanced playmaker dan second striker

weaintgotnohistory.sbnation.com

Pep Guardiola sedang dilanda masalah karena belum menemukan seorang poacher sempurna untuk menggantikan Sergio Aguero yang rentan akan cedera. Peran Gabriel Jesus ternyata tidak memenuhi ekspektasi Pep Guardiola.

Banyak peluang yang sulit dieksekusi dengan baik oleh Gabriel Jesus sehingga Kevin De Bruyne sempat dipindahkan menjadi second striker pada laga melawan Chelsea kemarin. Kevin De Bruyne mampu bermain di dua posisi dengan sangat baik saat timnya menyerang ataupun bertahan.

3. Pep Guardiola membuat gaya permainan lebih efektif tanpa penguasaan bola yang dominan

vbetnews.com

Pep Guardiola tidak menggunakan penguasaan bola sebagai objek utama Manchester City dalam meraih kemenangan. Banyak sekali kekurangan yang ada dengan skema pengusaan bola karena klub-klub Liga Inggris lebih sering bermain "parkir bus".

Hal inilah yang membuat permainan tidak berkembang dan sulit mencetak banyak gol. Oleh karena itu, Pep Guardiola memberikan arahan untuk bermain efektif dalam mencetak satu gol untuk meraih sebuah kemenangan. Padatnya jadwal Liga Inggris juga memaksa banyak pelatih harus berputar otak demi kondisi fisik para pemain dan tentu permainan efektif akan lebih baik.

4. Taktik agresif para pemain Manchester City dengan pressing ketat dalam jarak yang sempit

indianexpress.com

Pep Guardiola menggunakan taktik pressing yang kuat dan memberikan penjagaan ketat bagi lawan. Seperti yang dilakukannya terhadap Chelsea, Pep Guardiola memberi arahan kepada para pemain untuk menjaga playmaker seperti Kante.

Saat melakukan transisi, Foden dan Sterling ditugaskan untuk menarik perhatian kedua pemain bek sayap Chelsea. Lalu, KDB dan Cancelo masing-masing berperan sebagai false nine dan inverted fullback.

Bernardo Silva menarik Kante untuk keluar zona sehingga memberikan ruang kosong bagi Kevin De Bruyne untuk membangun serangan dari tengah ataupun secara bersamaan dengan pemain sayap kiri dan sayap kanan.

5. Melawan tim parkir bus, Pep menggunakan skema double pivot agar transisi lebih stabil

goal.com

Pada saat melawan tim papan bawah, Pep Guardiola akan sering menempatkan Rodri dan Gundogan sebagai double pivot. Mereka berdua mampu memotong aliran bola yang dilakukan lawan dengan sangat baik.

Kevin De Bruyne sebagai advanced playmaker akan mengatur serangan secara menyeluruh. Hal ini memberikannya kebebasan untuk mengumpan ataupun melakukan tembakan di luar gawang.

 

Skema yang dijalankan Pep Guardiola tentu memberikan banyak tantangan baru bagi Manchester City untuk bertahan dengan pola permainan modern yang ditunjukkan banyak klub Inggris. Revolusi yang dilakukan Pep menjadi senjata utama untuk kembali meraih gelar juara liga pada musim ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy