Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Pembelian Terbaik pada Deadline Day Bursa Transfer di Liga Inggris
Hugo Lloris (90min.com)

Deadline day bursa transfer selalu menghadirkan beberapa kejutan bagi para pencinta sepak bola, tak terkecuali di Liga Inggris. Musim ini saja pada detik-detik terakhir penutupan, Chelsea masih bisa mendatangkan Saul Niguez dari Atletico Madrid.

Meski terkesan seperti panic buying, tak jarang pembelian mereka berujung sukses. Mereka mampu beradaptasi dan bisa membantu meningkatkan performa tim secara signifikan. Berikut enam pembelian terbaik pada deadline bursa transfer Liga Inggris.

1. Claude Makelele

Claude Makelele (90min.com)

Claude Makelele merupakan salah satu anggota Real Madrid di era Galacticos pertama. Saat itu ia berduet dengan Zinedine Zidane di lini tengah El Real. Namun, kemudian ia memilih bergabung dengan Chelsea pada tahun 2003 yang kala itu baru diakuisisi oleh pengusaha asal Rusia, Roman Abramovich.

Rupanya keputusan Chelsea merekrut pemain asal Prancis ini tak salah. Ia mampu tampil solid di posisi gelandang bertahan. Berkat penampilannya itu, Chelsea dibawanya dua kali merebut gelar Liga Inggris. Total Makelele memainkan 217 laga bersama The Blues sebelum dijual ke PSG pada musim 2008.

2. Wayne Rooney

Wayne Rooney (independent.co.uk)

Wayne Rooney sudah menjadi sensasi sejak berusia remaja. Kala itu ia begitu bersinar bersama Everton. Karena itulah Sir Alex Ferguson tak ragu untuk memboyongnya pada musim 2004 usai Rooney tampil cukup impresif di ajang Piala Eropa.

Bersama The Red Devils, Rooney terbukti bisa menjadi predator tajam di lini depan. Dari 559 kali tampil ia sukses mencetak 253 gol yang juga merupakan rekor terbanyak timnya. Pemain kelahiran Liverpool ini juga turut memberikan 6 gelar Liga Inggris serta 1 trofi Liga Champions.

3. Carlos Tevez

Carlos Tevez (eurosport.com)

Kepindahan Carlos Tevez bersama Javier Mascherano ke West Ham United pada tahun 2006 cukup mengejutkan publik Inggris kala itu. Mengingat dengan skilnya yang mumpuni, Tevez sebenarnya bisa pergi ke tim yang lebih besar. Terbukti pada musim itu The Hammers mati-matian bertahan agar tidak terdegradasi.

Meski awalnya kesulitan berdaptasi di Liga Inggris, Tevez tetap menjadi pemain penting di timnya, termasuk kala ia mencetak satu gol gawang Manchester United pada pekan terakhir yang sukses menyelamatkan West Ham dari degradasi. Menariknya, semusim berselang ia justru berlabuh ke Old Trafford.

4. Ashley Cole

Ashley Cole (planetfootball.com)

Kepindahan Ashley Cole ke Chelsea bisa dibilang sangat kontroversial sebab ia sebelumnya merupakan bagian penting Arsenal. Ia juga merupakan anggota The Gunners kala mereka menjurai Liga Inggris tanpa kekalahan pada musim 2003/2004.

Meski begitu, karier Cole di Stamford Bridge bisa dibilang lebih bersinar. Ia mampu mempersembahkan 1 gelar Liga Inggris, 4 piala FA, serta 1 trofi Liga Champions. Cole tak tergantikan di posisi bek kiri hingga kepindahannya ke AS Roma pada musim 2016.

5. Luis Suarez

Luis Suarez (liverpoolecho.co.uk)

Usai kehilangan Fernando Torres yang memilih bergabung ke Chelsea, Liverpool pun mendatangkan Luis Suarez dari Ajax sebagai gantinya. Striker asal Uruguay itu tampil menawan pada debutnya dengan mencetak gol ke gawang Stoke City. Pada musim debutnya ia juga membukukan total 17 gol di semua kompetisi.

Puncak penampilan Suarez adalah pada musim 2013/2014 saat ia sanggup menjadi top skor dengan 31 gol dan hampir membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris. Musim itu juga menjadi akhir kariernya bersama The Reds sebab pada musim berikutnya ia dijual ke Barcelona.

6. Hugo Lloris

Hugo Lloris (90min.com)

Pembelian Hugo Lloris pada tahun 2012 dari Lyon bisa dikatakan sebagai salah satu pembelian terbaik Tottenham Hotspur. Kiper utama Timnas Prancis itu tak pernah tergantikan dan selalu menjadi pilihan utama.

Hingga kini ia telah mencatatkan 376 penampilan dan masih akan terus bertambah. Ia juga membantu Spurs beberapa kali menembus empat besar Liga Inggris dan juga mencapai final Liga Champions sebelum ditundukkan Liverpool.

 

Meski dibeli pada detik-detik penutupan bursa transfer dan kadang tak terduga, mereka terbukti bisa memberikan penampilan maksimal yang mampu mengangkat performa timnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team