Bertemunya Dynamo Zagreb dan Hajduk Split selalu menjadi perhatian publik Kroasia. Pasalnya, kedua tim memiliki basis pendukung paling besar di Liga Kroasia. Saat kedua tim bertemu, tak jarang pecah bentrokan yang melibatkan kedua pendukung kesebelasan.
Sebutan untuk bertemunya kedua tim adalah Eternal Derby atau Croatian Derby.
Saking panasnya, pada September 2009 lalu, Daily Mail menyebut derby ini sebagai rivalitas terpanas nomor 20 di dunia. Pertandingan yang melibatkan kedua tim tak hanya panas di lapangan. Di tribun penonton juga sama panasnya. Bad Blue Boys, pendukung garis keras Zagreb sering terlibat bentrok dengan Torcida yang merupakan pendukung Hajduk.
Sejarah permusuhan kedua tim ini bisa dilacak hingga tahun 1992 silam. Saat itu, kedua tim ini masih tergabung di Liga Yugoslavia. Keduanya selalu menempati empat besar bersama Red Star Belgrade (Serbia) dan Partizan Belgrade (Serbia) di Liga Yugoslavia.
Rivalitas tersebut berlanjut hingga pada 1991, Kroasia memerdekakan diri dan berpisah dengan Yugoslavia yang bubar. Kedua tim ini lantas lebih intens bertemu di Liga Kroasia. Permusuhan kedua tim ini semakin memuncak dan awet hingga sekarang.
Hajduk merasa mewakili masyarakat pinggiran sedangkan Dynamo sebagai representasi masyarakat mapan karena didirikan di ibu kota sehingga memiliki dukungan finansial yang kuat.