Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Adu Penalti Jerman di Piala Dunia sebelum 2026, Selalu Menang
ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/fznsr_)

Dilansir Opta, Jerman tercatat sebagai 1 dari 2 tim yang punya rekor sempurna saat adu penalti di Piala Dunia. Mereka berhasil memenangkan empat momen yang sudah dilewatinya. Ini sama dengan Kroasia yang melakukannya pada 16 besar (vs Denmark) dan 8 besar (vs Rusia) Piala Dunia 2018 serta babak yang sama (vs Jepang & Brasil) edisi berikutnya. Jerman meraihnya jauh sebelum itu. Kapan dan siapa saja yang mereka kalahkan?

1. Jerman mengalahkan Prancis pada semifinal Piala Dunia 1982

Jerman menjalani adu penalti pertamanya di Piala Dunia pada 1982. Ini terjadi tepatnya pada semifinal. Mereka berjumpa Prancis dan imbang 3-3 selama 120 menit. Sempat unggul lewat Pierre Littbarski (17’), negara yang saat itu masih berstatus Jerman Barat tersebut berbalik tertinggal 1-3 akibat gol Michele Platini (26’), Marius Tresor (92’), dan Alain Giresse (98’). Jerman lantas menyamakan kedudukan melalui Karl-Heinz Rummenigge (102’) dan Klaus Fischer (108’). Adu penalti pun berlangsung.

Dua penendang pertama kedua tim menjalankan tugasnya dengan sempurna. Jerman kemudian tertekan akibat eksekusi Uli Stielike diamankan Jean-Luc Ettori. Namun, skor tetap imbang berkat aksi Toni Schumacher menahan tembakan Didier Six. Jerman akhirnya berkesempatan untuk mengunci kemenangan usai Schumacher mengamankan sepakan Maxime Bossis. Horst Hrubesch sukses memaksimalkan kesempatan tersebut. Sayangnya, Jerman kalah 1-3 dari Italia pada final.

2. Jerman menang atas Meksiko pada perempat final Piala Dunia 1986

Setelah semifinal 1982, Jerman kembali melakoni adu penalti di Piala Dunia pada perempat final edisi berikutnya. Mereka berhadapan dengan tuan rumah, Meksiko. Kedua tim imbang tanpa gol. Jerman kemudian merebut tiket semifinal usai Toni Schumacher menahan tendangan Fernando Quirarte dan Raul Servin.

Jerman lantas bertemu lagi Prancis pada semifinal. Kali ini, mereka menang 2-0 dalam durasi 90 menit. Nahas, tim yang saat itu dilatih Franz Beckenbauer juga gagal menjadi juara. Mereka kalah 2-3 dari Argentina yang diperkuat mendiang Diego Armando Maradona. Jerman sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

3. Jerman menaklukkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 1990

Jerman kembali mencapai final Piala Dunia pada 1990. Mereka melewati Inggris pada semifinal melalui adu penalti. Kedua tim sama-sama mencetak satu gol dalam waktu normal. Jerman melakukannya lebih dulu lewat tendangan bebas Andreas Brehme pada menit 60. Inggris lantas menyamakan kedudukan berkat gol Gary Lineker pada menit 80.

Jerman menang berkat kegagalan dua eksekutor terakhir Inggris. Bodo Illgner bisa mengamankan tendangan Stuart Pearce, sedangkan sepakan Chriss Waddle meleset. Kali ini, Jerman berhasil keluar sebagai juara. Skuad yang masih dilatih Franz Beckenbauer itu membungkam Argentina melalui gol penalti Andreas Brehme pada menit 85.

4. Jerman membekuk Argentina pada perempat final Piala Dunia 2006

Setelah 1990, Jerman baru kembali merasakan adu penalti di Piala Dunia ketika menjadi tuan rumah pada 2006. Mereka menjalaninya pada perempat final melawan Argentina. Jerman berhasil menahan Argentina 1-1 dalam waktu normal. Mereka tertinggal dulu gara-gara gol Roberto Ayala pada menit 49. Bek tengah itu menanduk sepak pojok Juan Roman Riquelme. Miroslav Klose lantas menyamakan kedudukan pada menit 80 melalui anggota tubuh yang sama. Ia menanduk umpan sundulan Tim Borowski.

Jerman kemudian menjadi tim yang memulai adu penalti. Oliver Neuville dan Michael Ballack sebagai dua eksekutor pertama berhasil menjalankan tugasnya. Di antara mereka, ada Julio Cruz yang sukses menaklukkan Jens Lehmann. Setelah Ballack, Ayala maju sebagai eksekutor kedua Argentina. Ia tidak mampu mencetak gol. Lehmann menebak dengan tepat tembakannya ke arah kanan. Jerman akhirnya menang usai Lehmann menepis tendangan kencang Esteban Cambiasso. Sayangnya, Jerman kalah dari Italia pada semifinal lewat babak tambahan.

Jerman memiliki rekor yang bagus ketika adu penalti. Ini menjadi modal yang berharga andai mereka harus menjalaninya di Piala Dunia 2026 nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy