Aksi Mourinho ini pun mengundang banyak reaksi dari warganet di media sosial. Bahkan penampilan mantan pelatih Chelsea di bawah mistar gawang dinilai lebih oke ketimbang kiper Liverpool, Loris Karius. Namun banyak yang tidak tahu alasan mengapa ia rela menjadi seorang kiper di laga amal tersebut. Saya yakin dengan jawabannya pasti membuat kamu terkejut dan terharu deh guys.
Seperti dikutip goal.com, Mourinho mengaku bahwa ia ingin menjajal sesuatu yang berbeda. Ia sudah tidak mau lagi menjadi manajer dalam kesempatan ini dan memilih untuk menjaga gawang saja. Pemilihan posisi sebagai kiper pun bukan tanpa alasan karena Mourinho merasa ia sudah tak kuat untuk banyak berlari jika harus berperan sebagai outfield player!
"Saya sudah berkata pada yang lain bahwa saya akan menjadi penjaga gawang dalam pertandingan nanti karena saya tidak kuat jika harus terus berlari. Di momen seperti ini, kita memang harus bisa menciptakan banyak tawa dan memberikan sesuatu yang berbeda dibanding pertandingan resmi. Di laga resmi saya memang seorang manajer, tapi saya tidak mau melakukannya kali ini,” jelas Mourinho.
Memang dikenal dengan sifat temperamen dalam pelatih, Jose Mourinho bahkan sampai melakukan protes keras karena menganggap sang pencetak gol sudah terjebak offside! padahal jelas-jelas tidak ada Offside. Namun dengan protes tersebut, dia harus menerima kartu kuning. kocak parah deh!
“Kartu kuning itu bukan yang menjadi masalah, tapi apa yang menjadi masalah adalah gol kedua lawan tercipta dari posisi offside. Saya juga tidak berharap pertandingan selesai dengan adu penalti karena rekor saya sangat buruk disitu. Dari 10 kali adu penalti yang saya jalani, saya kalah sembilan kali dan hanya menang sekali!”