Meski tidak masuk dalam skuad kali ini, peluang Neymar belum sepenuhnya tertutup. Ancelotti membuka pintu bagi sang pemain untuk kembali, dengan syarat mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, turut mendukung sikap tersebut. Ia menilai keputusan Ancelotti sudah tepat, selama tetap memberi ruang bagi Neymar jika kondisinya benar-benar pulih.
“Sepak bola bukan soal masa lalu, tetapi kondisi saat ini,” ujar Ancelotti yang mengatakan prinsipnya dalam membangun skuad.
Dengan kata lain, pencoretan Neymar mencerminkan perubahan budaya: tidak ada jaminan tempat bagi siapa pun.
Situasi ini menjadi momentum krusial bagi Neymar. Dengan munculnya generasi baru di skuad Brasil, persaingan semakin ketat. Segalanya kini bergantung pada kemampuan Neymar untuk kembali ke level tertinggi dalam waktu dekat.
Keputusan Ancelotti bukan sekadar kontroversi, melainkan sinyal kuat Brasil tengah memasuki fase transisi besar. Menuju 2026, hanya pemain dengan performa terbaik yang akan bertahan—tanpa kompromi, termasuk untuk nama sebesar Neymar.